Sudah Sampai Manakah?

Serius ga sih kalau aku bakal nikah?  Rata-rata seperti itu pertanyaan teman-teman yang mengetahui aku bakal nikah.  Jawabnya : serius banget!  Trus, persiapannya udah nyampe mana?  Biasanya jawabanku yang tadi akan diikuti pertanyaan seperti itu.  Aku bisa menjawab bahwa persiapan sudah sampai pada jas bapakku dan Mas Ipung… Nah lho?

Iya, setelah  membahas masalah nikahan ini dan mungkin bapak menangkap tanda-tanda bahwa kali ini anaknya yang keras kepala  ini serius, maka bapak langsung menjahitkan jas.  Tidak tanggung-tanggung, langsung 2 jas sekaligus.   1 jas, kalau tidak salah warna abu-abu untuk kebaktian pertunangan di gereja dan jas hitam pas pemberkatan nanti.  Awas lho pak,  nanti jangan lebih cakep dari Mas Ipung… *ngikik.

Agar tulisan tidak terlalu panjang, aku batasi sampai venue Rumah Kebon Cengkeh ya…  Tulisan tentang Galeri Cinde pada halaman yang lain :

1.  VENUE

A.  Rumah Kebon Cengkeh (www.rumahkeboncengkeh.wordpress.com)

Persiapan lainnya?  Masih dalam tahap hunting.    Seandainya kemaren konsep acara cepat diputuskan, maka masalah venue bisa cepat terselesaikan.   Aku dan Mas Ipung sepakat untuk semi outdoor.  Alasannya sudah aku ungkapin di tulisan sebelumnya.  Kita butuh suasana yang hangat, intim dan homy.  Rasanya, gedung sekalipun didekor ala pesta kebun tetap  tidak mampu menjawab kegelisahan kita….tsaaahhh…

Sejak tahun lalu, aku dan Mas Ipung udah ngecengin Galeri Cinde dan Rumah Kebon Cengkeh.  Hanya saja, kemarin itu tidak ada rencana menikah tahun depan, jadi kita ga survey-survey pas aku mudik kemaren… Nyesel banget deh.  Kalau sekarang, aku dan Mas Ipung cukup berpuas diri berdasarkan laporan selayang pandang bapak, ibu, kakak dan sepupuku.

Berdasarkan informasi dari Bu Nani (pemilik Rumah Kebon Cengkeh), Sabtu 21 September ini ada nikahan di Rumah Kebon Cengkeh.  Ibu dan sepupu akan maen ke RKC lihat penampilan lokasi sambil icip-icip.  Kebetulan yang akan hajatan mengambil paket yang sama dengan paket yang akan kita ambil.  Semoga hasil icip-icipnya pas di lidah ibuku, biar jadi selametan di sana.

Kenapa sih aku dan Mas Ipung kesannya ”ngotot” banget di RKC?  Jawabnya, karena lokasi yang kita impikan memang terpenuhi di RKC.  Dulu sempat terfikirkan menikah di alam terbuka, dimana kelak bila kami sudah punya anak, kami bisa ajak anak kami berkunjung kembali ke sana untuk liburan.

Berikut alasan utama kenapa memilih RKC menurut versi aku dan Mas Ipung ;

a.  Suasana alam

Ini alasan utamanya.  Apalagi Mas Ipung berlatar belakang pecinta alam dan sampai sekarang masih aktif.    Rumah kita di Bantul juga dikelilingi pegunungan Bukit Menoreh,  dengan hamparan sawah mengepung menuju perumahan sederhana kami.  Mungkin kami juga jenuh dengan hingar bingar kota…hehehheeh….  Nah, RKC ini terletak di Bojongkoneng yang dalam bayanganku memang posisinya berbukit gitu dengan pemandangan kota Bandung.  

Tidak banyak resensi yang berhasil aku kumpulkan dari teman-teman dekat, kecuali Ocha yang sudah pernah dapet job dokumentasi.  Menurutnya, dalam arti positif  RKC patut dipertimbangkan.  Dari segi harga paket yang ditawarkan masih dalam kategori wajar dan tidak mahal.  Sebagai perbandingan,  tahun 2006 Ocha menikah di Puri Setiabudi dengan konsep yang sama (semi outdoor) dan porsi catering yang sama, Ocha membayar dengan harga yang sekarang ditawarkan oleh RKC.  So, hal ini patut dipertimbangkan dalam membuat keputusan.

b.   Rumah Joglo

Mewakili suasana Jogja tempat tinggal kita kelak.  Dulu kita punya angan-angan, sebelum menikah punya penginapan di Jogja dan akan syukuran menikah di sana.  Yang ini nyaris terwujud sampai akhirnya untuk sementara impian ini kandas karena rumah di Bandung sedang bersengketa.  Untuk sementara kita nebeng di RKC dulu deh…   Singkat cerita, kita jatuh cinta pada RKC.  Sayangnya ibuku kurang sreg.   Komentar pertama ibuku setelah survey ke RKC seperti ini :

”Nit, kamu teh serius mau nikah di kebun?”  dengan penuh hormat pada orang tua, aku menjawab secara takzim ”Ya namanya pesta kebun memang di kebun, masak di gedung?…” Maklumlah, ibuku orang tua yang konvensional.  Selama ini beliau mendapat undangan pernikahan di gedung.  Untungnya, setelah melihat  foto-foto RKC di internet, ibuku mulai terbuka fikirannya.  Katanya ” Ternyata bagus ya setelah di dekor.”   Heheheeh… Puji Tuhan!

c.  Fasilitas Lengkap

Untuk kalian yang merencanakan small wedding, pertemuan atau acara lainnya, bisa melirik tempat ini.   Karena RKC juga menyediakan villa (kapasitas 2 orang) dan wisma (kapasitas 10 orang).   Maksimal tamu 400 orang lho…  Jadi, jumlah undangan memang harus dihitung secara teliti.  Keterbatasan tempat di RKC ini bisa kamu pakai sebagai alasan untuk membatasi jumlah undangan.  *smile

d.  Catering

Untuk dapat menggunakan RKC, maka kamu minimal mengambil 3 item, yakni : catering, venue dan dekor.  RKC sudah memiliki catering rekanan dan tidak boleh memakai catering dari luar.  Nah, setiap paket pernikahan sudah termasuk catering untuk 200 pax.  Kekurangan catering tinggal menambah sekitar Rp. 52.500 sampai Rp. 57.500 per porsinya, tergantung paket mana yang kamu ambil.

Untuk paket-paket di RKC, silakan kontak : http://www.rumahkeboncengkeh.wordpress.com.   Berdasarkan pengalaman email-emailan dengan bu Nani, beliau sangat cepat menjawab email yang masuk.  Setelah beberapa kali komunikasi, aku menangkap bahwa bu Nani juga humoris dan funky.  Mungkin karena sering mengurus anak muda yang akan menikah.  Entah nanti jadi atau tidak kita selametan di RKC, aku tetap merekomendasikan RKC sebagai tempat melewatkan momen spesial hidupmu.

Sementara review venue sampai di sini dulu.  Besok-besok kita bahas Galeri Cinde.  Bakal ada review lagi tentang RKC setelah hari Sabtu ini.  Son, don’t miss it.  Sampai jumpa dan salam hangat,

Lintasophia

I

Iklan

2 thoughts on “Sudah Sampai Manakah?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s