Selamat Ulang Tahun, mbak Septi!

Saat menulis malam ini, perutku sedang kekenyangan tak jelas. Pasalnya, kami baru pulang dari birthday surprise party. Yup, kejutan ulang tahun untuk Septi (rekan kerja). Berdasarkan kalender, baru besok ulang tahun Septi. Tapi, sejak 2 minggu lalu aku dan teman-teman sudah merancang surprise dinner.

Umumnya, jika salah satu diantara kita berulang tahun, maka acara tiup lilin dilakukan pas hari H setelah selesai kerja. Atau, bisa jadi kita makan siang bareng dengan master chef sekaligus majikan kita. Beliaulah yang memasak untuk makan siang. Setelah itu, tiup lilin, makan kue tart dan bersulang. Step terakhir tentu saja membuka kado yang dibeli dari hasil patungan teman-teman semua.

Sejak aku umumkan bahwa Septi akan berulang tahun 18 September ini (biasanya bagianku mengingatkan perihal ulang tahun rekan-rekan sejawat), si Om (majikan) langsung mengeluarkan ide untuk membuat surprise berupa dinner di luar. Kebetulan, sehari sebelum ultah Septi (hari Selasa) merupakan hari libur (off) di restoran. Waktu yang sempurna untuk misi rahasia. Septi tahunya bahwa ini makan malam biasa.😉

Ada 3 (tiga) hal utama yang disiapkan untuk makan malam ulang tahun Septi ini, yakni ;

1. KADO
Ulang tahun tanpa kado bagaikan hape tanpa kamera…halah… Mestinya udah jauh-jauh hari masalah kado ini beres. Tapi kemarin kebetulan pekerjaan bejibun, susah nyolong waktu untuk survey-survey. Waktu break yang sebentar kita pakai untuk tidur atau melakukan pekerjaan domestik lain yang tidak sempat terjamah.

Kemudian, kado apa yang akan kita berikan untuk Septi? Nah, ini misteri yang tidak terpecahkan. Kemarin aku sempat jalan selama 2 jam untuk listing kado. Barang-barang yang masuk listing harus memenuhi unsur : sesuai budget, berfungsi alias tidak jadi penghuni abadi lemari dan harus lucu.

Berikut ini listing kado untuk Septi :
– Cappotto (jaket)
Sudah sejak dulu Septi pengen jaket, kebetulan pula sudah lama ia tidak beli jaket baru. Segera aku meluncur ke Zara. Sayangnya, kemaren ga ada jaket yang klik di hati, ya model ya harganya. Semua pertokoan aku jajal dengan pandangan fokus ke bagian jaket. Kebetulan waktuku kemarin lumayan sempit jadi ga sempat cuci mata melihat barang-barang lain. Perburuan jaket tidak membuahkan hasil. Benda yang bernama jaket terpaksa tersingkir dari daftar kado.

– Sepatu
Sasaran berikutnya adalah sepatu. Tadi secara sekilas aku menimbang-nimbang membeli sepatu high heels di salah satu butik di pusat kota. Tapi dalam beberapa waktu belakangan ini, Septi sudah membeli banyak sekali sepatu, termasuk sepasang high heels yang konon akan dipakai saat pernikahanku. Pertimbangan lainnya, butik ini tidak mempunyai banyak pilihan sepatu. Bila ukuran tidak pas atau Septi tidak suka, maka agak sulit mencari gantinya. Ini berdasarkan pengalamanku menukar sepatu di butik tersebut. Dengan terpaksa sepatu keluar dari daftar kado.

– Tas

Kalau kondisi terdesak, baru opsi ini ditempuh. Kalau tidak salah, sudah 2 kali ulang tahun kita memberikan tas sebagai kado. Sudah tidak menarik lagi opsi ini.

– Jam tangan
Nah, ini pilihan paling menarik. Sayangnya kemarin toko jam langganan tutup. Rencananya, hari ini aku kembali ke toko tersebut sambil membawa rencana A dan B. Rencana A, membeli jam tangan di toko tersebut. Namun bila rencana ini gagal, aku akan ke Fiumara (salah satu mall di pinggiran kota). Sayangnya rencana mentok di A. Karena hari ini bus pada mogok, jadi mau tidak mau harus menemukan kado di toko jam yang dimaksud.

Tadi aku selesai kerja tepat tengah hari. Cuma hitungan beberapa menit aku sampai di TKP. Sayangnya, jam tangan sesuai budget amat terbatas. Aku lirik jam tanganku. Beberapa menit lagi toko ini akan tutup untuk istirahat. Sambil memikirkan solusinya, penjaga toko mengeluarkan beberapa jam lagi yang harganya mendekati budget kita.

Mataku tertumbuk pada jam kulit Versace, agak klasik gitu. Talinya kecil, pas untuk pergelangan tangan Septi yang mungil. Desain angka warna-warni, cukup girly, memberi kesan klasik sekaligus modern. Aku suka banget dan (sok) yakin Septi bakal suka. Pada dasarnya seleraku dan Septi ga jauh berbeda, terbukti bahwa kami memiliki banyak barang kembar.

Kuhitung ulang dana didompetku. Dananya ga memadai… *nangis. Dasar rejekinya Septi, penjaga toko memberikan sedikit lagi diskon. Horeeee…. Hasil temuan eh hasil hunting aku laporkan pada rekan kerja yang lain. Untungnya mereka juga suka.

2. KUE ULANG TAHUN
Selesai masalah kado, maka waktunya memesan kue di toko roti langganan. Dulu toko roti ini menyediakan kue tart untuk 8 porsi ke atas. Namun sejak krisis, kebiasaan itu dihilangkan. Untuk kue tart ukuran 8 porsi di atas harus pesan dulu. Umumnya waktu pemesanan terakhir itu sebelum tengah hari.

Lalu, kalo ini toko langganan dan sudah faham bahwa kue harus dipesan sebelum pukul 11.oo, kenapa kami nekad tidak memesan sebelumnya.  Biasanya kami memesan jauh-jauh hari, tapi tadi pagi si Om keukeuh sumeukeuh bahwa kue dia yang urus.  Siangnya pas lunch, si Om malah lupa sama sekali…huuuuu…*miris.

Walau sedikit tidak yakin akan menemukan kue yang dimaksud, bersama Teh Maya dan Kombet kami sambangi toko kue tersebut. Benar saja, cuma ada kue-kue tart ukuran 6 porsi. Lagi-lagi rejekinya Septi, karena kita pelanggan yang manis…*ehem, mereka mau membuatkan kue tart padahal sudah pukul 14.00.

Kue tart akan diambil Teh Maya dan Kombet pukul 19.00 nanti dan langsung diantar ke restoran dimana kita akan makan malam. Sampai di sini, semua berjalan sesuai rencana. Sekarang waktunya membooking tempat ke pizzeria langganan.

3. RESTORAN
Sengaja urusan membooking restoran kita lakukan terakhir karena letak restoran searah dengan rumah. Jadi bisa sambil pulang. Ternyata restoran yang dimaksud baru selesai renovasi. Walau jadwal reopening malam ini, tapi pelayannya sendiri tidak yakin apakah mereka sanggup buka malam ini karena keadaan restoran masih berantakan. Kami disarankan untuk menelfon kembali sore nanti.

Hal ini kita laporkan pada teman kerja yang lain. Akhirnya kita memilih restoran Mio. Sebuah restoran yang menyajikan makanan China dan Jepang. Rasa makanannya gitu deh, nothing special. Tapi kita ga terlalu peduli juga, yang penting telan-able dan surprise untuk Septi bisa terlaksana malam ini.

Selama makan malam, semua berlangsung biasa, tidak ada tanda bahwa kejutan ini bocor.  *syukurlah.  Setelah selesai makan, it’s surprise timeeee… Keluarlah kue tart dengan lilin pink yang menyala di tengah angka 2 dan 6. Iya, ini ulang tahun Septi ke 26. Septi benar-benar terkejut, seneng banget liatnya. Berarti misi rahasia selama 2 minggu ini sama sekali tidak terendus Septi. Untungnya Septi juga suka sama kado yang kita berikan. Suasana malam tadi penuh kebahagiaan.

Selamat ulang tahun, mbak Septi. Gusti mberkahi… *peluk.
Salam hangat,

Lintasophia

2 thoughts on “Selamat Ulang Tahun, mbak Septi!

  1. rieska berkata:

    Septiiii buon compleanno cara! Aduh serunya dibikinin suprise party sama si om and the gank, secara hari senin si om masih di Milano ketemu sama akyu😉
    Selamat sukses ya misi rahasianya!

    • lintasophia berkata:

      Makasih, Rieskaaa…

      Iya, seneng banget pas liat Septi kaget kayak orang linglung. Ga butuh persiapan khusus sih. Yang sulit itu kucing-kucingan secara natural ama Septi. Soale aku ama Septi itu kayak amplop dan prangko, bareng melulu.

      Makasih Rieska udah berkenan mampir dan ninggalin komentar. Salam hangat dari Genova.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s