Mendekatnya Pernikahan Idaman

Judulnya asyik banget yaaa… Betul, karena akhirnya aku dan pihak keluarga menemukan kata sepakat mengenai pernikahanku.  Di tulisan sebelumnya memang telah dijelaskan bahwa orang tua sudah kasih lampu hijau bahwa cuma pemberkatan dan makan siang saja.  Tapi saat proses hunting vendor dan budgetting, terungkap bahwa sekedar pemberkatan dan makan siang pun butuh biaya yang lumayan.

Nah, berdasarkan angka-angka di atas kertas, mulai deh ibuku menyarankan untuk menambah dana dikit lagi agar proses adat (sekalipun kecil) tetap terlaksana.  Sayangnya, setelah melakukan penghitungan ulang, tetap saja hal itu tidak dapat kami penuhi.    Rencana awal, jika berhasil melakukan pemotongan anggaran, maka dialokasikan untuk mangadati.  Upaya memotong anggaran tidak berjalan maksimal, karena pada dasarnya anggaran yang kami tulis pun sangat minimalis.  Sedang menambah budget pun tak mungkin, karena kita punya angka maksimal yang boleh dipakai untuk pernikahan ini.

Lalu seperti apa pernikahan yang aku dan Mas Ipung idamkan?  Cekidot…

1.   Sederhana

Hajatan kita harus berlangsung secara sederhana, baik perlengkapan terutama pengeluaran.  Bagaimana membuat tamu senang dan terkesan walau dalam kesederhanaan?  Di situ tantangannya.  Hampir tiap hari aku membanding-bandingkan paket pernikahan yang beredar di dunia maya.  Tidak semata masalah harga yang jadi perhatian, tapi pelayanan staff WO, vendor dan komunikasi jadi perhatian.  Untungnya konsep acara ini sederhana jadi kebutuhan tidak terlalu banyak dan ribet.

2.  Intim dan hangat

Ini juga salah satu point penting yang jadi perhatian kami.  Sangat beralasan, mengingat aku tinggal di Bandung sedangkan Mas Ipung di Yogya.  Pernikahan kami harus menjadi momen saling mengenal antara 2 keluarga besar.  Apalagi hampir 10 tahun ini aku tidak tinggal di Indonesia, maka pernikahan ini lebih tepat disebut sebagai ajang reuni keluarga dan teman-teman.  Keadaan ini didukung pula, masalah keterbatasan dana.  Karena itu kami tidak menyebar banyak undangan.  Pernikahan ini benar-benar cuma akan dihadiri keluarga dan sahabat  terdekat baik secara batin dan geografis.  Mohon pemaklumannya ya untuk kalian yang tidak mendapat undangan.  Mohon doa restunya saja yaaa…

3.  Homy

Yup, hajatan ini milik keluarga dan teman-teman yang hadir.  Mereka tidak boleh merasa canggung dan harus betah layaknya di rumah sendiri.  Rencana awal adalah setelah pemberkatan kita makan bersama di rumah.  Namun keterbatasan tempat membuat kita berfikir ulang akan rencana tersebut.   Walaupun hajatan sederhana dan ala kadarnya, aku dan Mas Ipung sepakat bahwa tamu adalah raja yang harus diperhatikan kenyamanannya.  Siapa sangka, keterbatasan tempat ini justru membuka jalan kami melaksanakan pernikahan impian kami, yakni pesta kebun.  Horeeeee….  Semoga kali ini konsep pernikahan tidak berubah lagi.  Mohon doanya ya temans…

Salam hangat,

Lintasophia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s