Ini 2011-ku. Mana 2011-mu?

Hari terakhir di tahun 2011.  Lewat tengah hari di sini. Aku masih pakai piyama karena tadi pagi bos mendadak SMS bahwa hari ini aku tidak kerja.  Akhirnya, agenda yang mestinya pagi-pagi aku bereskan sebelum kerja terbengkalai.  Minggu depan saja kalau begitu.

Sejatinya, niatku siang ini adalah jalan-jalan, keluar masuk gang karena diluar mentari sangat cerah dan cantik.  (Heran deh ama hobiku yang satu ini.  Keluar masuk gang atau jalan kecil).  Kemudian, bergulung-gulung dibalik selimut kupilih sebagai cara menghabiskan sisa tahun ini.  Tidak sepenuhnya bisa tidur nyenyak.  Dalam hati sebagian fikiran melayang-layang ke perjalanan selama setahun ini, sebagian lagi memikirkan tahun yang akan datang.  Susah ya jadi manusia.  Selalu diliputi rasa khawatir.  *smile.

Berbicara tentang tahun 2011 yang notabene salah satu tahun terberat untukku, bukan secara fisik justru secara psikis menguras fikiran.  Ketika berat badan hilang beberapa kilo dan raut wajah kusam masai, mengingatkanku untuk hidup lebih tenang dan optimis lagi.    Banyak  yang terjadi dan diluar kendaliku.  Kebetulan, unexpected things tersebut selalu sesuatu yang menyedihkan.  Betul-betul banyak pil pahit yang terpaksa harus kutelan sepanjang 2011 lalu.😉

Baiklah, 2011 adalah tahun yang sedih. Namun  tahun kesedihan itu pun akan segera berlalu.  Tidak baik mengingat-ingat dan terpaku pada masa lalu.  Mencoba yakin dan optimis menghadapi tahun-tahun yang akan datang.  Bukankah lebih baik begitu?

Lalu, apa agenda dan targetan yang telah aku susun untuk tahun yang akan datang?  Ada banyak agenda besar yang telah lama kususun di agendaku.  Namun telah lama pula aku masukan daftar impian tersebut ke dalam kotak mungil. Sealed.  Bukan, aku bukannya menyerah dan putus asa lantas berhenti bermimpi.  Nyatanya, aku harus bersikap lebih realistis.

Duka, kecewa dan penat selama setahun terakhir ini merupakan guru yang hebat untukku. Mungkin ia merupakan  satu-satunya guru yang membuat muridnya babak belur nyaris tak mampu berdiri. *smile.  Kadang kalo udah suntuk, aku suka bilang : Ya ampuuunnnn, sadis amat guru kehidupan ini.  Tapi itulah kehidupan.  Selalu ada hikmah dibalik cerita.  Mungkin kalo ga ”digituin” sama guru kehidupan, pasti aku tumbuh menjadi pribadi yang cengeng dan mudah menyerah.  Special thanks untuk keluarga, sahabat dan kerabat yang  menjadi sumber inspirasi dan keceriaan selama ini.😉

Lalu, harapan 2012?  Tik….tok…tik…tok….  Secara spesifik, point per point agak bingung jawabnya.  Pan tadi aku udah cerita kalau keinginan-keinginan terbesarku sudah masuk ke dalam kotak.  Disegel dan menyepi di laci mejaku.  Tapi secara garis besar, aku cuma pengen lebih sehat, mengelola waktu dengan baik.

Ke depannya, aku pengen   hidup lebih simple dan lepas dari khawatir.  Lebih menikmati hidup istilahnya.  Aku juga berharap keluarga dan sahabat-sahabatku selalu sehat dan diberi keberkahan luar biasa.  Tahun 2012 semoga menjadi tahun kebahagiaan untuk kita semua

Apa lagi ya?  Pastinya hidup lebih sederhana juga.  Kalau yang ini mah bukan harapan tapi tuntutan keadaan….hihihihihi….    Masih tetap harus disyukuri kesusahan ini.  Walau kehilangan banyak pekerjaan selama 2011, tapi masih bisa makan walau seadanya.  Di luar sana, banyak orang Italia kehilangan pekerjaan.  Merasa bersyukur banget karena secara rutin masih bisa bantu keluarga dan sedikit investasi.

Eh ngomong-ngomong tentang investasi.  Rupanya, ini yang menjadi salah satu agenda besar di tahun mendatang.  Belajar dan diversifikasi investasi biar portofolio proporsional.  Periode ini berawal sekitar 2 atau 3 tahun terakhir, saat inget umur yang beranjak senja…halah…  Tantangannya?  Bagaimana memilih investasi yang tepat di saat yang kurang tepat alias kondisi Senen Kemis seperti sekarang….*sigh…

Begitulah 2011-ku.  Bagaimana dengan 2011-mu selama ini.  Pasti ada cerita menarik  dong?  Sharing yuks….  Selamat tahun baru 2012 ya teman.  Banyak kebahagiaan menanti kita setahun yang akan datang, tergantung bagaimana kita memandang dan mensyukurinya.  Life is beautiful.

Terima kasih karena sudah mampir di di sini dan menjadi sahabat Lintasophia yang hebat.

Salam damai,

Lintasophia

2 thoughts on “Ini 2011-ku. Mana 2011-mu?

  1. GendukNdeso berkata:

    ha ha ha..*ketawapaiiiiiiiit*itulah kesan pertama ku mengingat kembali tahun 2011. lebih baik menertawakan saja daripada menangisi apa yg sudah terjadi di tahun 2011. buatku sejujurnya tahun 2011 seperti punyamu..salah satu tahun terberat dalam hidupku. tak pernah kubayangkan bakal menjadi salah satu tahun terberat. ditipu, direndahkan, dan sekian hal yg mengecewakan. tahun yg sangat penuh perjuangan. begitu juga tahun yg penuh dengan ajaran kesabaran. aku yg tak pernah kenal arti kata “sabar” akhirnya mendapat pelajaran yg sangat berharga ttg arti kata ini.
    tapi hidup tetap harus berjalan. asal diberi kesehatan dan keberuntungan yang baik, sepertinya kita akan mampu melaluinya. karena kalau meminta diberi kekuatan, pasti akan ada badai yg siap menantang kekuatan kita. lol!
    so, nikmati hidup ini walaupun kadang pil pahit harus ditelan. nikmati saja, toh akan ada waktunya pil pahit itu berlalu. cheeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeers!!

    • lintasophia berkata:

      Allow Nis…
      Wew, sejak liat komenmu, aku udah pengen langsung respon, tapi bingung bin speechless. Seberat itu 2011-mu? Toss dulu kalau begitu. Sing sabar, Nis. Semoga keadaanmu membaik di masa yang akan datang.
      Aku suka sikap antusias dan semangat berjuangmu. Semangka!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s