THR Enaknya Untuk Apa ya?

Met sore Indonesia,

Lama tak menyapa, termasuk  tidak mencatat masalah perencanaan keuangan.  Mumpung  mendekati akhir tahun, masih ada waktu untuk mereview apa yang telah kita lakukan sepanjang tahun lalu, termasuk masalah keuangan.

Untuk kalian yang sedang berada di daratan Eropa dan sekitarnya pasti sedang sibuk menyambut Natal, termasuk nungguin THR dong.  Berbeda dengan di Indonesia yang Tunjangan Hari Raya diberikan beberapa saat menjelang Lebaran, kalau di sini beberapa hari menjelang Natal.  Tentu saja maksudnya agar ada dana untuk merayakan Natal.

Sebagai catatan, THR  yang besarnya satu kali gaji pokok memang bonus atau pendapatan lebih, namun alangkah baiknya jika kita dapat menggunakannya secara bijak agar gaji THR tidak menguap begitu saja.  Berikut ini ada beberapa ide cara menghabiskan gaji THR :

1.  Membayar Hutang

30 % dari THR akan aku gunakan untuk membayar hutang… Hohohoho… Seandainya kamu tidak punya hutang yang harus dibayar, boleh mengalokasikan dana di atas ke post Dana Cadangan.  Perlu diingat, dana cadangan cuma boleh diambil saat kondisi darurat, menyangkut hidup dan mati.  Artinya, kalau pas jalan-jalan ke mall lalu melihat tas idaman sedang SALE, maka harus menahan diri untuk tidak menarik Dana Cadangan.  Tidak memiliki tas idaman tidak akan mati kan?🙂

2.  Dana Cadangan

20 % dari THR juga akan aku save sebagai Dana Cadangan.  Terus terang, saat ini kondisi ekonomi  sedang tidak baik.  Selama bekerja di LN, baru sekarang aku sama sekali tidak punya tabungan apalagi Dana Cadangan.  Mumpung ada THR, maka sekarang  saat yang tepat untuk mengisi buku tabungan.  Kalau kamu sudah memiliki Dana Cadangan yang cukup, boleh men-skip Dana Cadangan lalu melirik investasi.

3.  Asuransi

25 %  untuk bayar asuransi dimuka.  Kalau selama ini kudu mengencangkan ikat pinggang demi asuransi setiap bulannya, bagaimana kalau sebagian THR digunakan untuk membayar asuransi sekaligus untuk 6 bulan atau setahun yang akan datang.  Bukankah itu ide yang menarik?  Lalu, bagaimana urusan pos asuransi yang sudah terlanjur dibuat anggaran setiap bulannya?  Gampang, alihkan saja untuk kebutuhan lain atau investasi.  Yang penting, tujuan keuangan keluarga tercapai.🙂

4.  Investasi

Setelah semua komponen di atas terpenuhi, barulah melirik investasi.  Seandainya pos-pos di atas telah OK dan tidak perlu menggunakan THR untuk membayarnya, itu justru lebih baik.  Artinya, modal untuk memulai atau mengembangkan usaha semakin besar.  Jika tahun lalu, THR aku pakai untuk mencicil uang muka rumah (sampai sekarang masih nyicil), maka tahun ini fokus untuk menabung modal usaha.  Untuk usaha yang sedang dirintis ini, membutuhkan modal yang lumayan besar.  Sementara ini,  kami menjalani  skala kecil sambil belajar dan mengumpulkan modal.  Dengan demikian, cuma 10 % THR yang bisa dialokasikan untuk investasi ini. *keep simle  :)

5.  Mudik

Biasanya, THR biasa  kami pakai untuk membayar tiket mudik.  Tahun depan aku tidak mudik, sehingga dana THR bisa dialokasikan untuk pos-pos di atas.  THR juga bisa digunakan untuk liburan bersama keluarga.

6.  Dana Natal

10 % dari THR akan meluncur ke Bandung untuk sekedar membeli penganan khas Natal.  Rencana awal, aku pengen menghadiahi ibu oven baru untuk mengganti panggangan kue jadul yang terbuat dari blek kerupuk.  Informasi tentang pemanggang kue yang OK sudah aku dapat dari kakak kelas yang hobi masak (Thank you Teh Yulli untuk konsultasi oven).  Tapi setelah ngobrol dengan adik, rencana tersebut ditunda.  Kalau rejeki memadai, adikku ingin merenovasi dapur dan mengganti peralatan dapur ibuku.

”Biar sekalian satu set.”  Kata adikku.  Deal, jawabku.

7. Shopping

5 % dari THR akan kugunakan shopping pas SALE end of season nanti.  Setelah sekian lama puasa jajan, pastinya nanti akan menyenangkan ya bisa membeli beberapa potong baju setelah sekian lama menunggu.  Hehehehe, dulu mah kalau mau belanja ya belanja aja, tidak perlu menunggu SALE.  Ga ada dana, masih punya kartu kredit.  Tapi sekarang semua berubah…wkwkwkwkwk….

Begitulah ancer-ancer penggunaan THR tahun ini.  Sengaja aku menggunakan dalam bentuk persen biar lebih gampang menghitungnya.  Kalau kamu, THR untuk apa?

Salam hangat,

Lintasophia

Gambar dari Google

2 thoughts on “THR Enaknya Untuk Apa ya?

  1. GendukNdeso berkata:

    gak punya THR!!hiksss!secara kerja sendiri. kondisi seperti sekarang susahhhh!terpaksa puasa lagi..puasa lagi!tapi tetap optimis..selalu ada matahari setelah hujan turun!bahkan pelangi kadang muncul secara tak terduga!!yihaaaaaaaaaaaa!!selamat buatmu yg mendapatkan THR!!hihihi

    • lintasophia berkata:

      Iya, makasiiihhhh…
      THR-nya mah masih lama, beberapa hari sebelum Natal, tapi rasanya seneng pisan. Kayak dapet maenan baru.
      Budget buat belanja mah minim banget, tapi aku udah tau mau beli apa sebagai hadiah untuk diriku. Sesuatu yang udah bertahun-tahun aku idamkan…hihiihihih….*jingkrak-jingkrak.
      Ah Nduk, kondisi kita sama kok, puasa lagi puasa lagi. Bedanya cuma masalah THR doang. Mampir ke sini, ntar ta traktir pizza. Yummiieee…😉
      Makasih udah mampir. Aku suka semangatmu!🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s