Bukan Lipoma Walau Masih Tumor Jinak

Kondisi tumor 6 bulan lalu.  Kaki dalam keadaan lelah

Kondisi tumor 6 bulan lalu. Kaki dalam keadaan lelah

Nyaris lupa untuk membuat catatan tentang Lipoma  (baca : Livin da  Lipoma) sampai suatu hari temanku menanyakan perkembangan kakiku.  Nah, ternyata eh ternyata, itu bukan Lipoma tapiiii…(lupa nama persis penyakitnya  *nepok jidat), masih keturunan keluarga tumor jinak sih.   Ah bo, ternyata tumor baik jinak maupun ganas punya banyak keturunan.  *smile.  Hal ini berdasarkan pengamatan 2 orang dokter ahli bedah yang menilai benjolan berdasarkan tekstur, kekenyalan, luas dan nyeri tidaknya benjolan tersebut.

Baru saja aku berusaha membaca surat hasil pemeriksaan pada 8 Juli lalu, tapi gagal.  Tulisan orang Itali itu jelek banget, apalagi tulisan dokternya…hehehehehe….  Ada sih beberapa kata yang aku mengerti setelah menelusuri internet.  Tapi karena informasi cuma sepotong-potong, baiklah kita sepakat saja bahwa benjolan-benjolan di kakiku ini kita sebut tumor jinak, seperti kata dokter.  Hasil obrolan dengan dokter, mereka menyarankanku untuk melakukan operasi  pengangkatan mengingat tumor ini sudah menahun dan semakin banyak.

“Waduh, operasi?”  Tanyaku.  Menurut dokter, tumor jinak tidak mematikan atau kecil kemungkinan mengarah pada tumor ganas (kanker), kecuali tumor jinak berkembang pada area vital.  Tapi kalau menimbulkan perasaan tidak nyaman (nyeri), berkembang dan tidak sedap secara estetika (merusak pemandangan…halah…), maka operasi adalah pilihan bijaksana.

“Kirain cukup dioles salep atau semacamnya.”  Tanyaku lagi.  Kembali dokter menjelaskan bahwa salep adalah obat luar dan tidak akan bekerja pada jaringan kulit yang terserang tumor.  So, opsi yang bisa kuambil cuma 2, yakni ; operasi atau operasi.  Podo wae.  Dasar dokternya pinter, sambil dia mengisi data-data hasil pemeriksaan, ia memberiku waktu 10 menit untuk memutuskan.  Deal, aku memilih operasi.

Untuk menuju operasi, masih dibutuhkan beberapa langkah yang harus aku tempuh, yakni test darah dan jantung.  Kedua test ini telah aku lakukan pada 14 November lalu.  Hasilnya dapat diketahui pada 7 Desember nanti.  Kedua test ini dibutuhkan untuk mengetahui kondisi terakhir tubuh,  apakah siap melakukan operasi atau tidak.  Bila ditemukan ada yang tidak beres, maka dokter akan menyarankan tindakan khusus yang harus aku lakukan hingga hasil test mengatakan : OK, silakan dibelek…..hehehehehe….

Kondisi tumor jinak malam ini.  Kaki dalam keadaan rileks

Kondisi tumor jinak malam ini. Kaki dalam keadaan rileks

Sedangkan pemeriksaan jantung hampir mirip kebutuhannya dengan test darah, tapi lebih untuk melihat apakah tubuhku cukup kuat menerima anestesi (pembiusan), pembedahan dan reaksi paska operasi.  Baik hasil test darah dan jantung akan bisa kulihat pada 7 Desember nanti sambil konseling.  Maksud konseling di sini, dokter akan memberikan bimbingan mental sehingga aku siap menjalani operasi. Nanti akan dijelaskan resiko, tahapan sebelum dan setelah operasi.

“Dioperasi itu sakit ya dok?”  Tanyaku dengan muka kecut.  Saat dokter tertawa mendengar pertanyaanku, sadarlah aku bahwa baru saja sebuah pertanyaan bodah terlontar begitu saja.

“Mana ada operasi yang tidak sakit.  Tapi jangan khawatir, nanti kan di-anestesis (bius), jadi tidak  akan terasa kok .”  Begitulah penjelasan dokter cantik itu.  Walau ia menghiburku, tapi tetep saja aku ga enjoy.  Aslinya aku itu takut obat apalagi pisau operasi. *crying.

Barusan, sambil memotret kaki, aku malah berfikir bahwa sebetulnya aku tidak terlalu terganggu karena tumor ini.  Sedikit nyut-nyutan, bengkak dan panas jika berdiri atau berjalan jauh (perhatikan kedua foto di atas untuk membedakan kondisi kaki saat lelah dan rileks), tapi masih bisa disiasati dengan pemilihan sepatu yang nyaman.  Tapi, seperti kata dokter bahwa tidak baik menunda mengobati suatu penyakit.  Bu dokter bisa membaca karakterku yang cenderung meremehkan masalah kesehatan🙂 :)…  Baiklah bu dokter, setelah  kondisi tubuhku dinyatakan OK lahir bathin dan aku faham serta siap menerima resiko selama dan pasca operasi, mari kita buat jadwal operasinya yaa…..

Semoga bermanfaat dan salam hangat ya….

Lintasophia

Foto dokumentasi pribadi.

2 thoughts on “Bukan Lipoma Walau Masih Tumor Jinak

  1. Sirpa berkata:

    klo dioperasi sih nggak ada rasa sakit nya Mpi … tapi setelah obat pati-rasa nya dah lenyap , maka rasa nyerinya bekas sayatan pisau bedah nya dan jahitan … maka akan terasa sedikit nyeri — hanya sedikit doang !
    pasti dikasih obat penangkis rasa nyeri …. hehehehe
    ke kamar operasi aja Mpi , nggak usah takut

    semoga lipoma nya lenyap ya
    (* lipoma koq dipelihara )

    salam sayang selalu
    dari pakdhe mu

    PS. Happy Thanksgiving !
    Besok Budhe mu masak ayam kalkun

    • lintasophia berkata:

      Dear Pak Dhe cakep…
      Iya, kata dokter juga begitu, bahwa pas dibelek ga kerasa, tapi paska operasinya…ihiks….
      Kayaknya, nih tumor (bukan lipoma) memang kudu diangkat, soalnya udah bertahun-tahun dan makin banyak. Tinggal nunggu jadwal sambil nyiapin diri lahir dan bathin…halah…

      Lipoma kok dipelihara? Bujubuneeee, bukan dipelihara….tapi ga terasa udah bertahun-tahun. Baru sempet sekarang…😦😦

      Ehem, tampaknya di sana bakal makan besar nih. Butuh bantuan ga untuk ngabisin kalkun? Aku beersedia lho jadi relawan sapu bersih pas thanksgiving nanti….hehehhehehe…
      Pak Dhe, gimana khabar budhe dan si cakeps…. Mbok aku dikirimin foto terbaru kalian. *kedip-kedip mata.

      Salam sayang selalu untuk kalian,

      Lintasophia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s