Sewing With HIM

Korban insomnia malam ini

Korban insomnia malam ini

Insomnia memang bisa membuat gila.  Seperti malam ini, karena tadi sore tidak sengaja ketiduran, malam ini mata dan fikiranku 100 % ON.  Padahal, tanpa tidur siang sekalipun, aku itu susah tidur.  Kebiasaan buruk saat aku sedang  banyak fikiran…. ihiks… 😦 :(.  Aku berfikir keras tentang apa yang bisa kulakukan malam ini agar bisa cepat-cepat terpejam.  Kutarik buku yang selama ini belum rampung kubaca, tapi fikiranku sedang tidak ada di buku itu.  Hmmmm, apalagi ya,?  Duh, mati gaya.  Masak kudu ngitung domba? 1 domba….2 domba…3 domba…101 domba….

Sudah tengah malam, mata belum juga mau diajak kompromi.  Aku bolak-balik naik turun tempat tidur hingga akhirnya memilih menyalakan komputer.  Semua website sudah aku telusuri sampai website atau berita yang ga-ga juga kulahap habis, tapi kantuk belum juga datang.  Gawat banget… Biasanya, kalau aku tidak sengaja ketiduran, bisa sampai besok mataku terang benderang.  Ciloko!

Begini ekspresi ibuku saat bersentuhan dengan jarum jahitMataku tiba-tiba tertumbuk pada celana yang menggantung.  Ahaaaa…..jeans yang satu ini tampaknya bisa jadi penawar rindu akan kantuk malam ini.  Celana yang baru saja kugantung setelah berganti dengan baju tidur kuraih.  Kuukur-ukur dan mematut diri di depan kaca.  Ok, 2 centimeter.

Sebentar ada perasaan ragu untuk menyentuh celana itu,  Bisa ga ya?   Tapi nyobain aja deh.  Yup, aku akan melipat dan  menjahit bagian ujung celana yang kepanjangan.  Nah, sebetulnya celana ini sudah kupotong ke penjahit, tapi entah kenapa masih juga kepanjangan.  Kata penjahit langgananku, kalau ada yang tidak beres, aku boleh membawanya kembali.  Tapi karena celana sudah terlanjur dipakai, niat tersebut aku urungkan.  Jadilah beberapa hari ini aku mengenakan celana jeans tersebut dengan melipat bagian ujungnya.  Kalaupun nanti gagal, aku tinggal melepas benangnya dan membawa celana itu kembali ke penjahit.

Bagaimana, gaya menjahitku cukup meyakinkan?Ini pekerjaan pertamaku (yang disertai kesadaran penuh) dalam memegang jarum.  Kelihatannya sepele dan semua orang pasti mampu melakukannya, tapi karena ga biasa jadinya berdebar juga.  Berbeda dengan ibuku yang sangat menikmati kegiatan jahit-menjahit.  Kalau boleh memilih, daripada disuruh menjahit mending aku  menimba air. 🙂

Sewaktu beliau masih tinggal di sini, beliau punya beberapa wadah peralatan menjahit.   Mulai dari benang aneka warna, jarum aneka ukuran, meteran dan gunting tentunya.  Pernah juga aku lihat busa (spons) yang biasa kita temukan pada kemeja-kemeja jaman dulu.  Entah darimana benda itu berasal, hanya ibuku yang tahu.  Tidak ketinggalan potongan-potongan kain perca.  Ibuku berhasil menyulap sprei bekas menjadi beberapa buah sarung bantal.  Sedangkan aku, tempo hari memasang kancing saja tidak becus.  Alhasil ujung capotto (blazer musim dingin) tinggi sebelah.  🙂

Aku paling suka memotret ekspresi wajah ibuku saat memegang jarum.  Beliau kelihatan rileks.  Nah, karena katanya buah tidak jatuh jauh dari pohonnya, aku juga memutuskan untuk mendokumentasikan menjahit malam ini.  Pakai kamera pocket yang telah distel untuk motret sendiri.   Difikir-fikir, malam ini aku jadi orang gila beneran.  Sok sibuk dengan benang, jarum, serta  kamera untuk memastikan gambar yang diambil fokus. 🙂 .  Dan satu lagi, segera kuklik salah satu playlist-ku yang berisi lagu-lagu dari band HIM (His Infernal Majesty).  Volume komputer 22, headphone pada posisi sempurna.  Dan, voila….Tengah malam  aku menjahit celana dengan ditemani HIM.  Perpaduan yang aneh.  Benang dan jarum yang sering diidentikan sebagai lambang kelembutan bersanding dengan musik cadas dari Finlandia….. Seaneh hidup dan diriku. 🙂

Salam hangat,

Lintasophia

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s