Banjir, Natal yang Dingin dan Kemiskinan Massal

Stasiun Genova Brignole yang terendam banjir pada 4 November 2011

Untuk kedua kalinya dalam 10 hari terakhir, Liguria dilanda banjir.  Sebagai informasi, Italia dibagi beberapa wilayah yang setiap wilayah terdiri dari beberapa provinsi.   Genova (kota tempat tinggalku), Savona, Imperia dan La Spezia merupakan provinsi-provinsi yang masuk dalam wilayah Liguria.  Sedangkan wilayah Liguria berbatasan langsung dengan Toscana, yang di dalamnya terdapat propinsi Pisa dan Firenze.

Nah, pada 25 Oktober lalu, banjir dan longsor sempat menghajar sebagian wilayah Liguria dan Toscana yang menyebabkan transportasi darat lumpuh total.  Hal yang sama terjadi dalam 2 hari ini.  Sejak dilanda banjir kemarin siang, beberapa ruas jalan toll yang menuju dan keluar Genova ditutup untuk sementara.  Penutupan ini berlangsung hingga hari Minggu dan pencabutan penutupan akan dilakukan oleh pemerintah jika kondisi dipastikan telah aman.

Pemerintah juga menaikan status  dari Allerta 1 menjadi  Allerta 2.   Merupakan status tertinggi saat tanggap darurat dalam suatu bencana (molti pericolosi/sangat berbahaya).  Warga diminta untuk tidak keluar rumah.  Kendaraan pribadi dilarang beroperasi.  Salah satu stasiun kereta api (stasiun kereta api Brignole) terpaksa ditutup walau sampai kemarin malam ternyata ”terpaksa” dibuka karena banyak calon penumpang yang terlantar tidak bisa pulang ke rumah.  Untuk menyiasati penumpang yang terlantar, pengelola kereta api menyediakan kereta penjemput dari Stasiun Brignole menuju stasiun Principe (pusat).  Semua keberangkatan dialihkan ke stasiun Principe yang letaknya lebih tinggi.  Sementara stasiun Brignole dan sekitarnya merupakan salah satu wilayah yang paling parah dilanda banjir ditutup.

Genova bagai kota mati.  Suara kendaraan yang lalu lalang didominasi oleh mobil ambulance.   Sampai hari ini, banjir telah memakan korban 6 orang tewas dan beberapa orang hilang.  Total kerugian materi untuk sementara belum dapat diketahui.  Winter tahun ini tampaknya akan dilalui dengan sangat dingin.  Banyak pertokoan dan kantor yang terpaksa tidak beroperasi dalam beberapa waktu. Banyak yang bakal kehilangan pekerjaan.  Bagaimana menghadapi Natal dan musim dingin dalam kondisi seperti ini?

Dalam salah satu wawancara di televisi,  President Liguria Claudio Burlando secara terang-terangan mengakui bahwa pemerintah tidak  punya dana untuk  mengcover seluruh kerusakan yang ada.  Masih mengutip pernyataan Burland0, bahwa dana recovery untuk bencana alam pada 2010 lalu belum turun dari pemerintah pusat, apalagi untuk tahun 2011 ini?  Pemerintah akan mengusahakan perbaikan yang menyangkut hajat hidup orang banyak, misalnya jalan raya dan sekolah.  Dengan kata lain, untuk kerugian yang dialami para korban, terpaksa mereka (korban) mencari sendiri jalan keluarnya, misalnya mengajukan klaim asuransi.

Ini akan menjadi periode sulit untuk pihak asuransi karena perusahaan asuransi akan disibukkan dengan masuknya berbagai klaim asuransi.  Menurut pengalaman, klaim asuransi tidak akan membantu terlalu banyak karena biasanya tidak 100 % kerugiaan akibat banjir akan ditanggung.  Bukan itu saja, biasanya klaim asuransi membutuhkan waktu agak lama.  Bagaimana cara para pemilik toko untuk memulai kembali berjualan?  Bila 1 toko memiliki 2 orang karyawan yang terpaksa kehilangan pekerjaan walau bersifat sementara, berarti banyak keluarga yang saat ini jantungnya berdegup kencang menghadapi hari esok.   Bakal miskin secara massal nih, bathinku.

Dengan krisis ekonomi yang berkepanjangan saja keadaan sudah sulit, apalagi ditambah dengan bencana alam.  Sudah terbayang  untuk beberapa bulan ke depan, situasi perekonomian tidaklah semarak meski menjelang Natal.  Melihat wajah-wajah para korban di televisi, terlihat jelas seribu kecemasan di sana.  Bagaimana memulai hidup baru?  Mungkin begitu pertanyaan yang berkecamuk di benak mereka.  Aku sendiri, sambil melihat berita di TV atau internet, fikiranku ikut sibuk berandai-andai.  Selain lebih mengetatkan ikat pinggang, langkah apa lagi yang bisa kutempuh?

Stasiun Genova Brignole yang terendam banjir pada 7 dan 8 Oktober 1970

Menurut dokumentasi yang ada, bencana banjir ini merupakan banjir terdahsyat selama 40 tahun terakhir.  Pada tahun 1970, Genova juga pernah dilanda banjir yang sama.  Sejak Rabu hujan sudah mulai mengguyur Genova tapi  sempat berhenti sebentar.  Hujan  pada hari Kamis hingga Jumat hujan sangat besar tanpa henti.  Ini merupakan penyebab beberapa wilayah terendam banjir.  

Setelah melihat berita di internet, aku sempat was-was mengingat Genova merupakan kota pelabuhan yang dikelilingi oleh laut.  Apalagi melihat himbauan pemerintah yang meminta penduduk yang tinggal di sekitar pantai untuk mengungsi ke tempat yang lebih tinggi, misalnya untuk mereka yang tinggal di lantai dasar untuk naik ke lantai lebih tinggi.  What’s going on, babe?  Pikirku.

Walau aku dan teman-teman di sini baik-baik saja, tapi kami sedih melihat situasi yang ada.  Dalam 10 hari dilanda 2 kali bencana tampaknya bukan hal yang lucu.  Efek bencana ini akan sangat panjang dan lama.  Semoga para korban tidak  kehilangan semangat untuk bangkit lagi.

Salam hangat dari Genova yang masih diguyur hujan,

Lintasophia

Gambar dari Google

 

2 thoughts on “Banjir, Natal yang Dingin dan Kemiskinan Massal

    • lintasophia berkata:

      Hai Kang, apa khabar? Lama betul kita ga ketemu ya…
      Yup, masih nyangkut di Italy dan tampaknya untuk sementara masih harus disini sambil siap-siap angkat koper.
      Baik-baik di sana ya…🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s