Jogging Pertama

Hore, akhirnya kesampean juga jogging…hihihihi…  Ini rencana lama tapi pelaksanaannya mendadak.  Ceritanya, teman, kakak dan adikku pada ikut club badminton, 2 kali seminggu setiap Selasa dan Kamis malam.  Walau aku bukan pecinta badminton, sebetulnya aku pengen banget ikutan, sekedar berolah raga.  Apa daya keuangan tidak memadai untuk bergabung dengan mereka, sehingga aku memutuskan akan berolahraga gratisan saja.  Suntikan semangat sewaktu di Firenze aku melihat orang-orang jogging dari sore sampai malam di taman kota.  Ide ini boleh juga dicontek, pikirku.

Kendalaku, selain rasa malas (walau semangat besar), juga bahwa aku tidak punya pakaian olah raga.  Sekedar celana pendek pun tak punya.  Kasihan banget ya?  Kelangkaan pakaian ini merupakan buah dari aksiku yang meninggalkan seluruh pakaianku di Yogyakarta.  Pas balik ke sini, ternyata aku cuma punya pakaian tidur. *nepok jidat.  Terpaksa beli beberapa potong kemeja, minus celana pendek.

Nah, tadi nafsu untuk jogging sangat meledak-ledak.  Beruntung Teh Maya bersedia meminjamkan celana pendeknya.  Thanks God karena kami satu ukuran.  Segera kuhubungi Septi dan dia OK.  Pastinya seneng karena berhasil mengalahkan rasa malas dan bintitan.  Iya, sudah beberapa hari ini mataku sakit, bakal bintitan.  Tadi juga sempet ragu, bagaimana kalau terkena debu?  Makin gatel dong.  Tapi cuek aja, kalo ga kuat ya balik kanan, pulang ke rumah.

Pukul 18.00 sore, aku bertemu Septi dan kami mulai lari-lari kecil di sekitar Porto Antico (pelabuhan).  Matahari sudah terbenam, tidak terlalu panas dan silau.  Benar-benar enak.  1 putaran, kami merasakan nyeri di daerah bawah perut.  Tampaknya karena selama ini kami tidak pernah olah raga.  Tidak terasa sudah sampai 5 putaran, senang sekali.

Sebetulnya, bukan karena olah raganya saja yang menyenangkan, tapi acara cuci mata juga cukup membuat perasaan gilang-gemilang, terutama untuk Septi yang masih menjanda eh single.  Betapa banyak pria-pria cakep di luar sana, kebetulan jam pulang kantor.  Lumayanlah,  olahraga badan dan mata juga.  Selasa besok, kita mau gayaan dikit, lebih dewasa biar ga dikira anak kecil.  Barangkali ada yang nyantol dan bisa dibawa pulang.  *ngarep.  Intinya mah, kalo banyak yang enak dilihat, olahraga pun makin semangat.  Bukan begitu teman?

Tadinya kami mau puter-puter lagi sambil lari-lari kecil, tapi tampaknya untuk permulaan jogging hari ini cukup sekitar 40 menit saja.  Pulangnya kami beli sayur dan buah….  Jogging pertama bisa dikatakan sukses.  Tunggu cerita jogging selanjutnya.

Salam,

Lintasophia,

Iklan

2 thoughts on “Jogging Pertama

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s