Memilih Jalan Kematian

Chi ha paura, muore ogni giorno (siapa yang hidup dalam ketakutan, sesungguhnya  ia mati setiap hari )

Chi non ha paura, muore una volta sola (siapa yang tidak hidup dalam ketakutan hanya mati sekali saja)

*****

Judul catatan kali ini agak serem (padahal mah biasa aja),  terinspirasi dari sebuah  quote yang tidak jelas siapa pencetusnya  (anonim)  aku baca pada T-shirt seseorang yang tengah melintas di depanku  sore  itu, beberapa hari lalu.  Kebetulan, beberapa waktu ini fikiran ikut kalut seakan terbawa arus situasi yang tidak pasti.  Terlalu banyak ketakutan atau rasa cemas belakangan ini mendera kepala.  Gejalanya sama seperti orang yang jatuh cinta yakni; susah makan dan susah susah tidur.  Bedanya, orang jatuh cinta rona wajahnya memancarkan cahaya, sedangkan wajahku semakin kusut saja😦.  Terima kasih untuk pemilik T-shirt karena sudah menjitak kepalaku agar aku kembali hidup lebih optimis dan postive thinking.  Aku memilih untuk beradaptasi dengan keadaan.  Setiap kekusutan masalah  aku coba urai satu per satu, jangan sampai terputus.  Pasangan ideal sebuah masalah adalah solusi.  Bukankah begitu?

Tahukah kau kawan,  mencari solusi setiap masalah membuat hidup lebih menarik.   Hidup itu seperti kepingan puzzle yang berserakan.  Aneka warna.  Setiap hari kita menjumput  kepingan puzzle  kehidupan dan menyusunnya.   Sering kita tidak mengalami sesuatu yang tidak terbayangkan semula.  Sama seperti ketika kita mengambil kepingan puzzle, tanpa mengetahui warna dan rupa kepingan tersebut sebelumnya.  Yang pasti, setiap kepingan puzzle akan membuat gambaran hidup  lebih lengkap dan semarak.  Walau tidak selalu pasti, sering juga kita diharuskan untuk membuat sendiri kepingan puzzle kehidupan.  Bagaimana cara membuat kepingan puzzle kehidupan?  Tentu saja dengan bersedia menghadapi kehidupan tersebut.  Anak muda bilang, ga kabur dari masalah.

Benarkah ada orang yang biasa kabur dari masalah?  Hehehhe, beneran ada.  Padahal, masalah tidak akan selesai kalau tidak dibereskan ya…  Untuk  jenis ini, biasanya kita tidak berani menerima resiko yang menanti, udah takut duluan.   Jadi masalah dibiarkan atau  ditunda-tunda deh.   Lalu,   ada juga yang pura-pura tidak sadar bahwa ia tidak dalam masalah.  Kategori  terakhir adalah mereka yang berani keluar dari ketakutan dan mau menghadapi  masalah.  Anak muda bilang : SEMANGKA!!!! (baca : semangat).

Hidup cuma sekali dan mati pun cukup sekali saja.  Kematian sesuatu yang pasti, yang penting pan bagaimana kita mengisi kehidupan ini.  Bukan begitu kawan? Sekarang (dan semoga seterusnya),  no more cemas dan khawatir berlebihan, yang tersisa cuma rasa antusias, happy dan  semangat  melawan ketakutan untuk menghadapi hidup.   Aku sudah memilih jalan kematianku.  Bagaimana dengan kamu?

Selamat menjalani bulan September…  ;)😉

Lintasophia

* Kok ga bisa disisipi gambar ya?  Kalau begitu, 1 satu video klip (milik Youtube)  dari lagu kesukaanku untukmu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s