Jurus Jungkir Balik Mengatasi Krisis

Apa kejutan musim panas kali ini?  Kejutannya adalah pemerintah melalui Perdana Menteri Silvio Berlusconi mengeluarkan sebuah dekrit mengenai Juklak (petunjuk dan pelaksanaan) penghematan negara.  Menurut dekrit tersebut, ada 7 poin penting yang harus disikapi jika Italia ingin survive dan berhasil menghadapi krisis ekonomi ini.  Poin-point tersebut antara lain :

1.     Penghematan di sektor pelayanan publik

Tidak ada angin tidak ada badai, pemerintah tiba-tiba mengumumkan akan menghapus 36 provinsi dengan ketentuan jumlah penduduk provinsi tersebut dibawah 300.000 orang.  Kemudian pemerintahan provinsi yang hilang tersebut akan digabungkan dengan provinsi besar terdekat.   Bagaimana detail pelaksanaan apabila provinsi kecil ini dihapus, belumlah diterbitkan.  Namun tujuan khusus pemangkasan gaji pegawai negeri bisa tercapai dengan langkah ini.  Tidak semata gaji pokok pegawai negeri bisa dihemat, namun juga tunjangan lain, misal : THR dan gaji liburan.

Bisa dibayangkan kesulitan sebuah keluarga jika kebetulan salah satu dari orang tua kehilangan pekerjaan akibat pengurangan tenaga kerja (PNS) ini.  Mulai sekarang, para pegawai pemerintahan di 36 provinsi yang bakal dihapus harus mulai adaptasi dengan kondisi yang sulit.  Bisa juga mulai sekarang mencari pekerjaan atau membuka usaha sendiri.  Karena umumnya provinsi kecil, tidak banyak pekerjaan yang tersedia.

2.   Pemangkasan Struktur Pemerintahan Wilayah

Ini juga masih merupakan bagian pemangkasan pegawai negeri, namun dalam struktru lebih tinggi.  Sebagai gambaran, Italia dibagi menjadi 20 wilayah (regione), antara lain : Abruzzo,  Basilicata, Calabria, Campania, Emilia-Romagna,  Friuli-Venezia Giulia,  Lazio, Liguria, Lombardia, Marche, Molise, Piemonte,  Puglia, Sardegna, Sisilia, Toscana,  Trentino-Alto Adige, Umbria, Valle D’Aosta dan Veneto.  Setiap regione terdapat beberapa provinsi, misalnya Genova merupakan bagian dari Regione Liguria, sekaligus menjadi ibukota regione Liguria.   Menurut  peraturan yang baru,  pemerintah akan mengurangi pegawai pemerintahan di bagian Consigli Regione.

3.   Memperpanjang Usia Pensiun

Maksudnya, pemerintah menunda masa pensiun seorang pekerja.  Jika awalnya pada usia 65 tahun sudah boleh pensiun, maka kali ini para orang tua kita boleh ongkang-ongkang kaki pada usia 67 tahun.  Ini berita lama dan sudah santer terdengar walau belum disahkan.  Banyak yang kecewa terutama mereka yang pada 2012 nanti tepat berusia 65 tahun dan boleh pensiun seperti ketentuan sebelumnya.  Awalnya, ide menunda usia pensiun akan dilakukan pada tahun 2020, kemudian aturan ini dimajukan menjadi mulai berlaku pada tahun 2015 nanti.  Eh, beberapa hari yang lalu saat dikeluarkan dekrit, peraturan ini akan mulai berlaku pada 2012 nanti, sekitar 6 bulan lagi.  Tentu saja mengejutkan banyak pihak, terutama mereka yang telah menyiapkan diri untuk pensiun.  Alasannya, untuk menghemat beban pensiun yang harus dibayar oleh negara sekaligus menambah kas negara dari pajak pendapatan.  Oalaaaaa….😦😦

4.   No more Harpitnas (alias Hari Kejepit Nasional)

Italia terkenal banyak hari liburnya, entah itu hari libur nasional karena urusan kenegaraan atau tanggal merah karena keagamaan.  Nah, tahun depan jangan harap bakal sering nemu tangga merah di kalender.  Semua tanggal merah yang jatuh pada hari kerja (kecuali karena agenda keagamaan),  maka perayaannya akan dipindahkan pada hari Minggu.  Ketentuan apakah merayakan hari H tersebut  pada hari Minggu sebelum atau sesudah hari H akan disusun peraturan lain yang lebih rinci.   .  Alasan no more harpitnas adalah, untuk meningkatkan produktivitas kerja.  Semakin banyak bekerja, semakin banyak pajak yang masuk ke negara.  Mungkin gitu fikir Berlusconi.

5.   Pengetatan Pajak

Untuk menghindari kebocoran pajak, maka setiap transaksi di atas 2.500 euro, tidak boleh menggunakan uang kontan.  Kudu pakai check atau transfer antar bank.  Ini untuk menghindari money laundrying juga penggelapan pajak.    Wajib juga melaporkan asal dana,  motivasi pembayaran/transfer dana pada kantor pajak.

6.   Menaikan Pajak

Kenaikan pajak ini membidik para pemilik aset berupa tanah atau rumah.   Cukup bikin bete karena mempengaruhi harga kontrakan rumah…. ihiks…. ;( ;(

7.   Low Cost Flight

Hahahhahaha, pada intinya adalah pemangkasan biaya operasional pegawai pemerintahan.  Tidak akan ada lagi penerbangan dengan kelas terbaik untuk para pegawai negeri.  Untuk perjalanan dalam tugas negara, sebisa mungkin mencari tiket yang murah meriah.   Nah, kalau yang ini agak menyenangkan dan berharap ditiru oleh pemerintah Indonesia.

Setelah pemotongan anggaran untuk sekolah umum dan universitas 2 tahun lalu (Dekrit Gelmini), termasuk memangkas biaya kesehatan dan pelayanan publik lainnya, melalui  dekrit yang satu ini pemerintah berharap keadaan membaik.  Harapan sangat besar mengingat Italia adalah salah satu negara inti Uni Eropa.  Pada 2008 lalu, saat negara Uni Eropa lain terkena badai krisis ekonomi, pemerintah menegaskan bahwa kita (Italia) mustahil terkena krisis.  Begitu juga saat Yunani dan Portugal dinyatakan bangkrut tahun lalu, kembali Berlusconi menegaskan hal yang sama.

Tanggal 11 Agustus lalu saat dekrit ini dikeluarkan, Berlusconi tidak mengiyakan atau menegaskan bahwa Italia sudah bangkrut.  Ia cuma berdalih bahwa ini jurus biasa yang dilakukan sebuah negara untuk bertahan menghadapi krisis ekonomi.  Sebuah jurus jungkir balik, mengingat  kondisi ekonomi (khususnya hutang luar negeri) Italia saat ini (bersama Spanyol)  sedang berada dalam pengawasan Bank Sentral Eropa. Bukankah pemotongan di sana sini justru menyiratkan keadaan Italia yang sesungguhnya?

”Wake up Berlu.   Kita sudah bangkrut, sayang…..”

Salam,

Lintasophia

Sumber :

Wikipedia

Corriera della Sera

Governo.it

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s