Mau Ngontrak Aja Sulit Amat….

Allow semua, apa khabar?

Badanku masih berkeringat habis jalan-jalan, muter-muter ga karuan.  Mestinya tadi sore aku sudah bisa langsung pulang ke rumah, tapi berhubung ada seorang teman yang sedang menunggu pacarnya karena suatu urusan, jadilah kami ikut-ikutan menemaninya.  Cuma jalan-jalan sekitar Porto Antico sekalian tadi mampir ke calon rumah baru.

Sejak kedatangan kakakku dan 2 iparku, rumah kami sudah tidak memadai.  Berhubung susunan rumah cuma terdiri dari  2 kamar tidur, dapur dan kamar mandi, maka sampai menemukan rumah yang memadai, sementara ini aku berbagi kamar dengan kakak dan iparku.  Istilahnya rebutan oksigen…😉😉 .

Sudah sejak bulan April kami mencari rumah baik iklan di koran, bulletin hingga internet.  Begitu banyak iklan bertebaran tapi jarang ada yang nyangkut.  Biasanya kendala harga.  Rumah di centro storico (pusat kota) rata-rata kecil dan berharga mahal, minimal 10 Euro/meter.  Di sini, tidak bisa asal ambil kontrakan karena berhubungan dengan residenza.  Maksudnya gini, untuk mendapatkan residenza (kependudukan) maka dibutuhkan minimal 15 meter/orang.  Karena kami berlima (sebentar lagi 6 orang dengan kehadiran baby), maka kurang lebih dibutuhkan rumah dengan luas minimal 90 meter.

Berhubung tipikal rumah di sini kecil-kecil, rata-rata 40 meter persegi-70 meter persegi, maka mencari rumah dengan ukuran yang dibutuhkan sangat sulit.  Ide dasarnya adalah  menemukan rumah dengan 2 kamar, 1 ruang tamu, dapur dan kamar mandi dengan luas minimal 70 meter.   Kehadiran ruang tamu mutlak dibutuhkan karena bakal disulap menjadi kamar miniku, sekedar tidur saja.

Menemukan rumah dengan formasi seperti itu juga butuh tantangan tersendiri.  Banyak sih, tapi harganya boooo….. tak terjangkau.  Kadang ada harganya cocok di kantong tapi susunan ruangannya tidak sesuai dengan kebutuhan.  Beberapa kali  kami menemukan rumah yang OK, tapi lantai 5 tanpa lift.   Nah, kalau mau nemu yang murah memang harus berkorban dengan naik turun tangga setiap harinya.   Kalau gedung apartemen sudah ada liftnya, bisa dipastikan harga sewanya sangat mahal, belum lagi biaya administrasinya.  Kendala lainnya, pemilik rumah jarang mau meneriman kontingen (penyewa rame-rame) seperti kami.  Sering walau rumah besar tapi pemilik rumah cuma mengizinkan jumlah penyewa  maksimal 4 orang.   No kids apalagi baby.  * Yaks, nangis darah deh.

Mungkin seperti di tempat lain, mencari rumah bisa kita lakukan dengan menghubungi nomor agen yang tercantum pada iklan rumah yang disewakan.  Kalau aku sih lebih senang mencari rumah secara privat alias berhubungan langsung dengan pemilik.  Tapi  pemilik rumah sudah jarang melakukan hal ini.  Alasan kepraktisan saja.  Toh yang bayar fee pada agen adalah bakal penyewa rumah.  So, biar agen mendapatkan upah, tentu saja dia harus serius melakukan pekerjaannya.

Besar komisi kepada agen biasanya 1 bulan nilai sewa.  Jadi kalau nilai sewa rumah 900 euro/bulan, maka agen akan mendapatkan fee sebesar itu jika terjadi penandatanganan kontrak.  Maka jelas kan mengapa banyak pemilik rumah memilih memasarkan rumahnya pada agen?  Pemilik rumah tidak perlu bolak-balik mengatur jadwal pertemuan dengan mereka yang minat melihat-lihat rumah.    Pemilik rumah juga tidak perlu menghadapi calon penyewa satu per satu.  Nah cara ini di satu sisi memberatkan para pencari rumah.  Sebisa mungkin mengontrak rumah secara pribadi kalau bisa sih rumah teman.   Kalau secara privat maka kita tidak harus banyar fee kepada agen, paling menyiapkan deposit saja.

Berdasarkan pengalaman mencari rumah, maka rata-rata deposit yang diminta sebesar 2 bulan nilai sewa ditambah sewa 1 bulan pertama.  plus fee untuk agen agen tentu saja.  Lalu, apakah dengan dana yang kita miliki lantas bisa langsung menyewa rumah?  Hohohohoh, tunggu dulu.  Setelah melihat-lihat rumah dan merasa cocok, maka pemilik rumah biasanya meminta kita mengajukan semacam proposal untuk menyewa rumah.  Proposal ini dilengkapi dengan slip gaji selama 3 bulan terakhir, Codice Fiscale (nomor pokok wajib pajak), Permesso Dissogiorno (ijin tinggal) dan Carta Identita’ (KTP).  Dulu aku fikir, urusan membuat proposal ini berlaku hukum siapa cepat dia dapat.  Ternyata eh ternyata, semua proposal yang masuk akan diseleksi terlebih dahulu.  Bila diperlukan, maka pemilik rumah akan mewawancarai kita.  Setelah itu, baru pemilik rumah memutuskan siapa yang berhak menyewa rumahnya.  Huaaaa….melelahkan bukan?

Singkat cerita, kemarin kami menemukan rumah, bagus, cukup luas dan mengakomodir kebutuhan kami  yang kekurangan 1 ruangan.  Tadi sore dengan dilengkapi berbagai dokumen yang telah aku sebutkan di atas maka aku mengajukan proposal menyewa rumah.  Aku sengaja meminta majikan untuk menemani sekaligus penjamin.  Oh ya, ada hal lain bahwa banyak pemilik rumah yang agak parno dengan orang asing, maka dengan membawa seorang Italia maka ada kemungkinan proposal kita akan dilirik.

Maka tadi saat sesi wawancara dengan agen perumahan, aku memilih lebih banyak diam.  Majikanku yang menyodorkan diri sebagai penjamin sekaligus meminjamiku dana sebagai deposit.  Halah, bahkan untuk pengajuan proposal pun pemilik rumah meminta sejumlah deposit.  Kalau proposal kita diterima, maka kita tinggal menambah kekurangannya.  Sebaliknya jika proposal ditolak, maka deposit akan dikembalikan utuh.  Berhubung posisiku sebagai orang yang butuh rumah, akhirnya pasrah saja dengan permintaan pemilik rumah yang tidak masuk akal ini.  :(😦

Sesi ngobrol-ngobrol dengan agen perumahan sekitar 40 menit.  Pertanyaan standar : pekerjaan dimana, sudah berapa lama di Italia, rencananya tinggal berapa lama lagi di Italia, akan tinggal dengan siapa saja nanti, kebiasaan hidup sehari-hari hingga kurang lebih peraturan jika jadi menyewa rumah yang dimaksud.  Rata-rata sih meminta menjaga rumah dengan bersih, apalagi rumah yang ini baru direnovasi.  Aku mengangguk.

Jawaban atas proposalku akan diketahui seminggu lagi, kira-kira 12 Agustus.  Agen akan menyerahkan semua proposal yang masuk sekaligus menceritakan isi wawancara tadi.  Kembali aku menganggukan kepala dan mengucapkan terima kasih.   Kami meninggalkan kantor agen dengan perasaan lega, kurang lebih kayak abis ngelamar anak orang dan lamaran diterima dengan senang hati.    Di perjalanan, fikiranku berkutat dengan masalah lainnya, bagaimana kalau proposal ditolak? Hunting rumah lagi, bikin janji lagi, proposal dan wawancara lagi.  Sungguh membosankan.  Bagaimana kalau proposal diterima, dana mencukupi ga ya?  Haduh, puyeng…puyeng….

Belum selesai  memikirkan masalah yang ada, tiba-tiba hand phoneku berbunyi.  Ternyata dari agen perumahan yang tadi.  Katanya, pemilik rumah ingin bertemu dan wawancara ulang minggu depan.  Jadwal akan segera menyusul.  Huawaaaaa, tobat deh.  Mau ngontrak rumah aja susah amattttt…………  *sambil jedot-jedotin jidat ke tembok😦😦

4 thoughts on “Mau Ngontrak Aja Sulit Amat….

  1. sophiemou berkata:

    hallo Nov, hahahaha baca pengalaman diatas persis kayak pengalaman aku.
    Aku masih mendingan karena dijamin kantor, tapi prosedur ngk beda jauh dgn dichina. kalau aku no 1 yg diliat pasti toilet, dan dapur.
    Untung sekarang udah ngk usah ngontrak lagi.

    Salam batagor hihihi

    • lintasophia berkata:

      Hai mbak Sophie, senengnya melihat kehadiranmu.
      Dua kali ngontrak rumah memang dijamin perusahaan dan kebetulan ngontrak rumah temen, jadi ga ngalamin keribetan seperti ini. Kemaren juga pasang mata dan telinga, berharap yang ngiklan itu pemilik rumah langsung, tapi susyeeeeeeehhhh…
      Kalo lewat agen banyak tetek bengeknya selain capek juga.
      Pada akhirnya, itunga-itungan ekonomis, kami mutusin ga pindah. Bukan karena fee agenzia sih, tapi sutralah pasrah aja kondisi seperti ini.

      Makasih mbak udah mampir. Kangen deh denger cerita kegiatanmu yang seabrek-abrek itu.

  2. sophiemou berkata:

    Nov, lha kamu jadi tetap sharing sama kakak dan kakak iparmu dong, terus mereka mau anu2 gimana ? hahahaha..

    aku baik, cuma ya gitulah sibuk mencari sesuap nasi, dan lagi dichina yg namanya facebook, multiply, wp itu kan diblok, aku udah lama ngk update program proxy jadi ngk bisa masuk, pas kemarin dikasih teman, balas dendam deh masuk ke lintassophia🙂
    Awal oct aku ada di Bandung, ada kegiatan disana lumayan bisa 5 hari, andai dirimu ada ya hehehe..aku mau makan batagor dan bakmi, es kelapa hihihi..

    • lintasophia berkata:

      Nganu-nganu, ya pinter-pinter mereka…hihihi….
      Tenang mbak, suatu hati nanti jadwal kita pasti nyekrup (baca: cocok) dan syukur-syukur bisa jalan bareng.

      Batagor? Grrrhhhhh…..bikin hati mendidih karena kepengen…😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s