Tumpengan Ala Lintasophia

Hei, tidak terasa sudah setahun usia Lintasophia.  Merupakan blog terakhirku yang bertahan dan lumayan rutin kukunjungi.  Ada sekitar 130 catatan selama setahun ini.  Walau niat awal aku ingin membuat Lintasophia semacam jurnalku, tapi ternyata hal itu tidak mudah diwujudkan.

Terkadang sering ada perasaan minder karena catatan yang ada ternyata biasa saja, nyaris tidak bermanfaat.   Suatu hari Mas Ipung menyarankan agar catatanku lebih beragam dan mungkin lebih serius.  Aku terima kritiknya sekaligus menampiknya.  Karena Lintasophia memang begini saja apa adanya.  Sudah terlalu banyak catatan serius bertebaran di dunia maya dan aku memilih berada di luar lingkaran itu.

Lalu untuk apa aku masih mencatat?  Jawabnya, karena aku orang biasa.   Sebagian besar catatan Lintasophia berisi kehidupanku sehari-hari.  Biasa saja sih tapi sayang dilewatkan begitu saja (menurutku sih).     Tidak ada yang akan mengingatnya kecuali aku  mencatatkannya.  Aku mencatat maka aku ada.  Juga sebagai kenang-kenangan untuk anak cucu kelak dan mereka yang pernah mengenalku.

Apakah ada Lintasophia edisi spesial pas ulang tahun ini?  Hihiihiih, jawabnya ga ada.  Malah sudah beberapa hari ini terkapar sakit.  Kemaren, saat orang lain kepanasan aku malah menggigil.  Untung Septi berbaik hati membawakanku obat.  Hari ini flu sudah mendingan, tidak demam lagi.  Sisa ingus, batuk dan nafsu makan yang hilang. Jadi, boro-boro bisa buat tumpeng beneran ya….

Tadi sempat bingung dan males banget untuk makan siang.   Untungnya aku cukup  berani melawan rasa tidak selera dengan menyeret kaki mengolah spaghetti dicampur seafood.  Kepada Septi aku bilang bahwa agendaku hari ini adalah bebersih rumah dan menulis.  Kedua-duanya tidak terwujud.  Haduh, hidung melerrrr…😦😦  Walau cuma influenza, tapi cukup membuat jeansku mendadak longgar….heheheheheh….  Btw, kayaknya flu di musim panas menjadi agenda rutinku.  Ntar kalau sudah ada yang tertular baru aku sembuh.  ;)

Balik lagi ke melirik setahun usia Lintasophia.  Maaf, maaf  ya kalau selama setahun kebersamaan kita ini, Lintasophia ada salah-salah kata.  Tidak ada maksud menyombongkan diri, menggurui atau membuat bosan.  Sekedar berbagi, itu saja.  Syukur-syukur kalau catatan yang biasa ini bisa  kalian terima dengan baik.

Terima kasih tak terhingga untuk kalian yang mau meluangkan waktu membaca bahkan meninggalkan komentar.  Sungguh itu penghargaan yang luar biasa.  Maaf juga tools Lintasophia tidak canggih atau begitu-begitu saja.  Aku juga masih belajar ngeblog dan sampai saat ini prioritas utama adalah mencatat.  Mungkin nanti kalau senggang aku bongkar fitur-fitur yang ada.

Selamat menjalankan ibadah Ramadhan buat teman-teman ya.  Semoga amal ibadah kalian diterima Tuhan Yang Maha Esa.  Sampai jumpa di  tahun kedua Lintasophia.  Maaf banget ultah kali ini tanpa tiup lilin atau tumpengan.   Selama setahun yang akan datang aku akan belajar membuat tumpeng yang enak  ;)  Jangan sungkan mengkritikku.😉😉

Salam anget banget,

Lintasophia

Gambar dari Google

2 thoughts on “Tumpengan Ala Lintasophia

  1. sophiemou berkata:

    Selamat ya, sudah tumpengan.
    Jangan lupa diup date terus🙂 padahal aku aja ngk pernah nulis lagi, hiks hiks, alasan basi karena ngk ada waktu .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s