Livin La Lipoma

Tanggal 25 Mei lalu, dengan berbekal segenap keberanian, aku memberanikan diri ke dokter.  Terus terang, aku itu takut berurusan dengan dokter.  Belum apa-apa, aku sudah takut kalau harus minum obat.  Sejak kecil aku ga bisa minum obat, entah sirup, pil atau berbentuk kapsul.   Pokoknya, sebisa mungkin tidak ke dokter.  Kalau masih bisa jalan berarti masih sehat,  begitu fikirku. 😉 😉

Rencana awal aku cuma  mau periksa pinggang saja yang sudah sebulan sakit luar biasa.  Mumpung ke dokter, aku sekalian memeriksakan benjolan yang terdapat di punggun kaki kananku.   Benjolan ini pertama kali aku temukan 5 tahun lalu dan sudah pernah aku periksakan ke rumah sakit.  Saat itu ada 2 benjolan kecil, bulat sebesar kacang.  Aku diberi obat penghilang nyeri yang setelah obat habis aku tidak pernah  periksa lagi.  Aku tidak pernah tuntas memeriksakannya hingga beberapa minggu ini benjolan tersebut lebih sakit dari biasanya.

Benjolan ini biasanya nyut-nyutan saat aku lelah, tapi sekarang terasa sepanjang hari disertai rasa panas pada benjolan.  Kata dokter sih Lipoma, merupakan tumor jinak yang berkembang secara lambat.   Nama penyakit ini  lucu ya, Lipoma.  Serasa nama orang Amerika Latin seperti yang biasa kita lihat di telenovela.  Jangan-jangan nama lengkapnya Viva La Lipoma (just kidding 🙂 🙂 ).

Lipoma tidak berpotensi menjadi kanker.  Yes…! Umumnya menyerang perempuan usia 40-60 tahun.  Untuk masalah umur ini, aku agak bingung juga sih, karena umurku kan masih (agak) jauh dari kepala 4, tapi kok bisa ada Lipoma?  Sampai saat ini belum diketahui penyebab pasti Lipoma.  Kemungkinan faktor keturunan atau reaksi setelah terjadi benturan.  Informasi tentang Lipoma silakan Google sendiri ya.  Aku cuma masih bingung menerka penyebab Lipoma ini.  Seingatku, Lipoma ini tiba-tiba hadir begitu saja (atau karena aku tidak pernah memperhatikan kakiku ya?).

Seandainya Lipoma ini tidak bertambah banyak dan tidak sakit, mungkin tetap akan aku abaikan.  Saat ini, aku juga sedang mendalami ilmu per-Lipomaan….cieeee… Soalnya walau sudah dijelaskan dokter, tidak banyak informasi yang berhasil kuserap.  Lebih baik bertanya pada dokter Google. 🙂

Di luar sedang turun hujan dengan deras saat aku sedang mencocok-cocokan Lipoma di kakiku dengan info yang ada di Google.  Dulu (seingatku), benjolan ini berbentuk bulat utuh, ada 2 biji seukuran kacang tanah.  Sekarang kalau diamati baik-baik, justru berubah bentuk.  Benjolan ini jadi kecil-kecil seukuran nasi.  Walau kalau diperhatikan baik-baik, di kakiku seakan ada 2 benjolan besar saat ini.  Padahal kalau dilihat lebih dekat, setiap benjolan besar itu terbentuk dari benjolan-benjolan seukuran nasi tadi.  Nyut-nyutan dan terasa panas…hehehehhe…

Menurut dokter tempo hari, benjolan ini harus diangkat karena ukurannya (panjang) sudah lumayan besar, sekitar 5 cm dan menyebabkan rasa sakit.  Kemudian dokter membuatkanku surat rujukan ke rumah sakit bagian operasi plastik.  Glek!   Minum obat aja aku takut, apalagi berurusan dengan pisau dokter…. Whoaaaaa….

Juli nanti jadwalku untuk periksa benjolan ini.  Hehehehe, wait and see ya apakah aku berani maju ke rumah sakit yang telah aku booking atau aku mundur sambil bernyanyi Livin la Lipoma.  *ngarang. 🙂

Salam sehat,

Lintasophia

Gambar dari Google

Iklan

15 thoughts on “Livin La Lipoma

  1. sophie berkata:

    Nov, demi kesehata. ayolah angkat itu lipoma. aku baru balik dari jkt, kemarin diajak nongkrong di lapo hahaha makan b2 panggang, sayur singkong, saksang sama ikan mas aku lupa namaynya bukan arsik, tapi naniura apa gitu..hehehe..sambelnya alamak mau pingsan aku..pedasss

    • lintasophia berkata:

      Maaf, maaf baru bales. Nyawa baru ngumpul setelah kemaren ikuta pameran. Jadi agak terampas dari kehidupan dunia maya…hihihihi… 😉
      Gila, itu mah bukan menu makan kalo pas hang out. Itu makan besar namanya. Selamet deh berhasil bikin aku ngiler.
      Ntar lusa aku check up lagi ke dokter. Belum tau juga sih apa kudu diangkat, walau akhirnya aku memutuskan untuk diangkat aja. Nyut-nyutannya itu booo, ga nahaaannnn….

    • lintasophia berkata:

      Hallo Ageng, makasih udah mampir. Pasti lagi liburan atau hunting sekolah nih?
      Iya, pengennya juga diangkat walau sebetulnya ga bahaya. Kita lihat ntar apa kata dokter ya.
      Tetep lucu yaaaa….

  2. yenny berkata:

    kasus yg sama pd putrku (10 th). Pertama q ajak putraku ke Dokter Bedah RSI Surabaya. Dan diputuskan bahwa benjolan di belakang kepala sebesar biji jagung itu adalah lipoma. Katanya tdk bahaya karena tumbuhnya di luar daging. Terus terang yg q takutkan nanti bisa merambat ke otak karena posisinya di kepala belakang. Tapi dokter bilang tidak bahaya cuman mengganggu penampilan aja krn ada benjolah.

    Belum puas dengan jawaban Dokter tadi, aku ganti ke Dokter bedah RKZ Surabaya, kesimpulan juga sama tidak berbahaya & tidak akan ganas / tidak berubah menjadi tumor. Alhamdulillah …. Terima kasih Ya Allah.

    Cuman Dokter itu bilang, kalau memang lipoma di ambil / di operasi nanti, sekalian di khitan aja. Soalnya klo anak kecil harus bius total. Kalau sudah dewasa hanya bius lokal aja.

    • lintasophia berkata:

      Waduh, masih kecil udah kena lipoma ya? Menurut yang aku baca, itu kasus jarang. Umumnya menyerang pada usia 40+. Yup, kata dokter ga bahaya kecuali rasa tidak nyaman yang ditimbulkannya.
      Semoga si kecil berani ya untuk operasi dan semoga lipomanya bener-bener hilang.
      Salam kenal ya mbak, makasih udah mampir.

    • lintasophia berkata:

      Allow Pak Dhe yang cakep, apa khabar? Kangen deh… 😉
      Kali ini aku ga minta obat, males….hehehehhehe…
      Setelah merasakan nyut-nyutan tiap hari, kayaknya lusa pas check up lagi, aku mau minta diangkat lagi. Mati gaya kayak gini mah. Pakai sepatu salah, berdiri lama salah… Serba ga enak.
      Eh iya, happy summer… Hayu kita ke pantai… 🙂

  3. inotwp berkata:

    gmn bu udh cek lg?
    dulu adik q cewek jg pny benjolan dleher, dulu seukuran kacang, lama2 mmbesar spt koin, stlh periksa dokter + foto x-ray diagnosa flek paru2 gt,
    ahirnya pake pngobatn altrnatif, dsuntik obat, bbrpa hari kmudian pecah dg sndirinya, isinya nanah gitu, smp skg udah g timbul lg

    • lintasophia berkata:

      Allow mbak, thema blog kita kembar rupanya….heheheheh..
      Baru lusa check up lagi.
      Apakah flek paru-paru sama dengan lipoma? Kalo flek, berarti bagian dalem paru-paru kan? Sedangkan lipoma itu di jaringan lemak (kulit). Yang isi nanah itu benjolan yang tadinya sebesar kacang ya? Aku juga belum punya info, bagian dalem benjolan lipoma itu apa ya isinya? (mendadak penasaran).
      Syukurlah kalo adik mbak udah sehat. Sampaikan salamku untuknya. Makasih udah mampir ya…

  4. Rina Princekyu berkata:

    heiiiii aku juga sepertinya punya lipoma itu aq baru tau dari dokter2 d tempat kerjakuu..sebenernya c ga ngerasaiin apa2 selama ini,dy ga pernah ganggu c cuma lumayan gede..kamu udh konsul ke dokter lg?

    ad referensi rumah sakit ga?

    thankyuuu^^

    • lintasophia berkata:

      Hai Rin, aku juga nemu benjolan ini secara tidak sengaja dan bikin penasaran karena bentuknya membesar. Kalo ga berubah bentuk mungkin aku cuekin.
      Aku udah ke dokter lagi dan ternyata bukan Lipoma walau masih sejenis tumor.
      Ntar autumn aku operasi. Horeeee…. 😉 😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s