Libur itu Berarti….

Whoaaaaa… 30 menit lagi malam ini berakhir, artinya tinggal beberapa menit pula libur hari ini akan usai.  Aku libur cuma dari sore sampai malem, jadi waktunya lumayan singkat dibandingkan dengan rekan yang libur 24 jam (resiko bekerja di 2 tempat 😉 .  Biasanya, libur setengah hari ini aku habiskan untuk apa ya?

Hmmmm….biasanya cuma nongkrong di kamar terlebih winter atau benar-benar kecapaian.  Kalau cuaca hangat seperti sekarang ini, rasanya sayang sekali melewatkan sisa hari dengan berdiam diri di kamar.   Biasanya aku dan Septi membuat agenda jalan-jalan.  Ehum, bukan jalan-jalan ke luar kota, paling di center aja.  Ke situ lagi ke situ lagi.  Kalau kebetulan kami sedang membutuhkan sesuatu, bisa saja kami hunting barang, sedikit belanja belenji.   Kalau bokek  seperti sekarang ini (penyakit bulanan), kadang kami masih window shopping, tapi seringnya sih jalan-jalan ga jelas.  Bosen window shopping, kami nongkrong di Ferrari, menyatu dengan anak muda lainnya.

Di Ferrari ada air mancur, enak duduk-duduk di pinggir air mancur sambil ngomentarin yang lalu lalang.  Sesekali pasang aksi, barangkali ada pria cakep yang nyangkut dan bisa dibawa pulang untuk makan malam….halah… (Ini mah agenda tetap Septi 😉 ).  Kendalanya, kalau di pinggiran air mancur, tempat duduknya yang terbuat dari semen tidak ada sandaran.  Lama-lama pegel juga.

Kalau masih mood untuk nongkrong, kami pindah ke Porto Antico (pelabuhan).  Nah di sini terdapat banyak kursi kayu plus dengan sandarannya dong.  Keuntungan lain, bisa menikmati mentari terbenam.   Alih-alih sih menikmati sunset sambil pakai kaca mata hitam andalan, padahal mah  biar mata bebas dan tidak terdeteksi saat  memperhatikan orang lain.

Nah, kalau di Porto Antico musim panas begini, ramai sekali.  Banyak keluarga dan anak-anaknya bermain di sebuah taman bermain yang sengaja disediakan pemerintah.  Belum lagi pasangan yang sedang berasyik-masyuk walau tak jelas apakah itu dengan pasangan resmi, selingkuhan atau nemu di jalan.  *smile.

Apakah tiap libur seperti itu? Hmmmm…kurang lebih sih.  Namanya juga libur cuma beberapa jam, ya kondisi seadanya.  Bisa saja kami cuma keluar masuk gang, mencoba gang-gang sempit yang belum pernah kami lewati.  Hal ini agak susah dilakukan karena hampir setiap gang sudah kami masuki.  Tidak setiap Selasa kami keluar rumah.  Ada kalanya kami memutuskan untuk di rumah saja, misalnya punya kaul untuk membersihkan rumah, menyetrika, chatting sama si dia dan lain sebagainya.

Biasanya agak siang  Septi akan menelfon sekaligus memberikan laporan bahwa dia telah bangun  (tapi belum mandi).  Oke, aku akan bilang wait and see jam berapa aku selesai kerja.  Kadang ada saja urusan mendadak yang membuat aku kudu stay di toko sampai malem.  Kalau begitu, Septi akan pasrah nongkrong di toko nungguin aku beres kerja atau jalan sendiri.  My poor Septi.

Diantara kami berdua, Septilah yang doyan dandan.  Aku biasa menemaninya membeli make up.  Nah, kalau di toko kosmetik, biasanya kita iseng nyoba-nyoba tester make up yang ada.  Kita sengaja masuk ke toko yang self-service, biar bebas ngacak-ngacak.  Seminggu lalu, Septi mengajariku memakai eye liner (?).  Tanpa sengaja, tanganku menggosok salah satu mataku yang telah diberi eye liner dan maskara.  Hasilnya, mataku seperti habis kena bogem mentah karena hitam sebelah.  Tampaknya bukan ide bagus mengenakan eye liner dan maskara. 😦

Walau kedengarannya libur kami membosankan tapi kami tetap menunggu hari Selasa.  Enaknya hari Selasa (baca : libur), tidak perlu bolak balik check hand phone, jam tangan.  Waktu adalah milik kami, kecuali jam tutup pertokoan yang tidak bisa ditawar… *Duhhh…  Trus, kami juga bisa jalan kami tanpa bergegas, pelan-pelan saja.  Masalah jalan kaki secara cepat ini memang kebiasaanku.  Kadang Septi terbawa kebiasaanku untuk berjalan cepat sampai nyaris kehabisan nafas dia.

Selasa sore juga berarti coffe time.  Lha, bukannya aku ngopi setiap hari?  Yup, tapi kalau hari Selasa, kami akan ngopi karena menginginkannya bukan karena ngantuk.  Aku biasanya ngopi dan Septi mengambil coktail buah yang disajikan dengan beberapa cemilan.  Ada beberapa bar langganan kami, misalnya bar yang terletak di sebelah toko tempatku bekerja.  Minumannya sih biasa, tapi makanannya luar biasa.  Maksudku, porsinya jumbo karena kita adalah langganan.  Kalau kondisi keuangan memadai, kami dan teman-teman yang lain ramai-ramai makan pizza.

Selain mengenyangkan, momen makan pizza ini juga dimanfaatkan sebagai ajang silaturahmi.  Makan pizza ramai-ramai ini bukan cuma kami yang berstatus karyawan, juga diikuti oleh para majikan kami.  Walau setiap hari bertemu, tapi jarang bisa ngobrol lama-lama satu sama lain.  Karena aku bagian cuci piring, Septi adalah penari dan beberapa teman bekerja di bagian berbeda, otomatis sedikit waktu kami untuk ngobrol secara santai.  Pizza time lebih sebagai bentuk konsolidasi partai eh team.  Menjelang tengah malam baru kami pulang ke rumah.

Yup, begitu deh catatan tidak penting kali ini.  Kalau ga penting, kenapa aku tulis ya?  Ga tau ah…  Hehehehhe, memang  bukan cerita menarik tentang menghabiskan libur tapi kami tetap berusaha menikmati kondisi yang ada.

Oh ya, ada video klip dari Nek di bawah ini.  Untuk kalian yang pengen tahu gambaran kota   Genova, bisa menemukannya secuil  di sini.  Selamat menikmati dan tetap semangat ya teman. 🙂 🙂

Salam,

Lintasophia

Ket. gambar dari Google

Iklan

2 thoughts on “Libur itu Berarti….

  1. Sophie berkata:

    Nov, kangeeee..rasanya udah lama ngk mampir kesini. aku baru dari amsterdam, ketemuan sama larose, waktuku sempit kalau ngk bisa ke genoa, lain kali ya..

    • lintasophia berkata:

      Welcome home….
      Iya, ga apa-apa, next time ke sini ya. Dipikir-pikir, jodoh kita itu pendek. Walau udah berdekatan, susah ketemunya. Sekalinya ketemu, cuma sebentar.
      Kalau ada rencana ke Eropa, kasih khabar ya. Siapa tau aku ada rejeki ketemuan… ;(

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s