Generasi Baru si Gigi Spongebob

Gigi seri yang rengganBarusan kakak iparku yang baru tiba di sini  mengupload foto-foto terakhirnya saat di Bandung kemarin.   Ada beberapa foto keponakanku tersayang, Uis dan Lia.  Tidak banyak perubahan yang aku lihat di wajah para keponakanku karena terakhir bertemu baru 2 bulan silam, saat aku mudik.  Yang mengejutkan itu justru, foto Lia menunjukan bahwa gigi seri (gigi depan) agak renggang.  Persis dengan gigiku dan adikku (Mike).  Katanya sih, gigi depan Uis dan Lia sudah menunjukan gejala merenggang.  Kalau susunan gigi depan Uis agak sulit diamati.  Kemarin pas mudik, gigi depannya sedang keropos.  Berbeda dengan Lia yang giginya sehat dan rapi.

Tapi, baru 2 bulan tidak bertemu, kok langsung kelihatan ya fenomena gigi seri mereka ternyata renggang.  Dari segi medis, aku belum menemukan jawaban memuaskan perihal gigi renggang ini.  Aku cenderung menganggap ini sebagai faktor keturunan.  Kakekku (ayah dari bapakku) juga memiliki gigi seri yang renggang dan itu menurun langsung ke aku dan adikku.  Walau aku tidak memiliki info akurat berapa orang di keluarga besarku yang memiliki gigi seri yang renggang, tapi bisa dipastikan bahwa gigi seri bapakku rapat.

Apa boleh buat, gigi seri yang renggang di keluargaku lebih ke faktor gen walau terjadi dengan cara melompat-lompat dan acak.  Ibunya Lia dan Uis (kakakku) memiliki gigi seri yang rapat walau ia bermasalah dengan gusi.  Kalau aku sepakat bahwa sistem penurunan gigi seri yang renggang ini dengan cara lompat, mungkin anak-anakku nanti kecil kemungkinannya memiliki gigi seri yang renggang.  Bisa jadi justru keponakanku lainnya.

Berbekal sedikit info dari Google, masalah gigi seri yang renggang ini bisa diatasi, terlebih jika umur masih muda.  Tapi sementara ini aku memilih melihat perkembangannya saja terutama perkembangan psikis keponakan.  Aku harap sih gigi mereka tidak ”seaneh” gigiku.  Sebagai gambaran, aku memiliki 2 gigi seri yang besar-besar dan renggang.  Kemudian, bagian bawah gigi seriku itu bergerigi.  Kalau diamati baik-baik, bentuknya aneh. 😦 Ditambah, gigi depan bagian bawah juga renggang-renggang.  Agak merepotkan ketika makan, banyak makanan terselip.  Yaks!

Dulu, aku pernah bertanya mengapa keponakanku sangat suka nonton serial kartun anak-anak Spongebob (Lidah Lia menyebutnya Si Pon Bob.   Sama seperti Si Unyil, Si Amir).  Katanya, gigi si Pon Bob mengingatkan Lia akan aku, termasuk gigiku.  Lia  tak salah, karena ketika aku menuliskan kata kunici : gigi seri renggang di Google, yang muncul justru gambar-gambar Spongebob.   Kini  generasi baru si gigi Spongebob telah lahir di keluargaku.  Mungkin aku akan mulai menonton serital TV tersebut.  Karena itu akan mengingatkanku akan Lia dan Uis juga keluarga di Bandung…halah…😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s