R2011/2012. Aku Memutuskan Bahagia

Apa yang bisa aku catat dari tahun 2010 yang sudah berlalu?  Kalau ditilik-tilik, tahun lalu sangat berat dan banyak air mata.  Tapi menurut ibuku, justru tahun lalu merupakan tahun terbaik selama aku hidup…halah… Katanya, aku lebih manis dan sabar.  🙂 .   Oh, really mom? Sifatku yang keras kepala dan ambisius justru bisa berdampingan dengan sikapku yang lebih nrimo.

Mungkin benar apa kata ibu dan orang terdekatku.  Berbagai masalah yang tak kurang banyaknya mendera selama 365 hari lalu justru membuatku lebih tenang.  Hmmmm, aku fikir juga gitu.  Beberapa masalah besar, perasaan kecewa dengan pihak lain tidak serta merta membuatku menangis di balik pintu kamar selama berhari-hari.  Tidak semua juga pekerjaan tahun lalu happy ending.  Pastinya sedih tapi cuma sampai situ.  Aku masih bisa tertawa, nafsu makan juga masih ada. 🙂  Malah keluarga dan teman-teman yang takjub melihat sikapku yang easy going menghadapi semuanya.

Tahun ini aku ga bikin resolusi muluk-muluk…hihihihi, masih adaptasi dengan situasi pribadi sambil melihat perkembangan di sini.  Semua masih di angan-angan, belum aku tulis termin waktu pencapaian target resolusi.  Sejenak aku mau mengistirahatkan tangan dari corat-coret buku besar.  Toh secara general, aku masih harus melaksanakan rencana terbesar, yakni penghematan dan pengurangan hutang.  Setelah itu aku baru berfikir lagi target lainnya.

Tahun lalu aku belajar bahwa tidak semua yang kita rencanakan akan terwujud.  Aku juga belajar bab lain kehidupan, yakni Dia memberi apa yang aku butuhkan dan bukan apa yang aku inginkan.  Ambisius dan pemimpi?  Pasti.  Itu mah partikel kecil yang mengalir 24 jam di dalam darahku.  Tapi sikap ikhlas, bersyukur dan kesabaran juga dibutuhkan  agar hidup ini seimbang. Ibarat kata, yang udah berlalu ya berlalulah.  Tak perlu disesali apalagi ditangisi…halah…:)

Sekarang ini merupakan periode tidak sibuk di tempatku bekerja.  Aku tidak begitu capek.  Selepas kerja, aku jalan-jalan dengan teman-teman kerja dan kakak iparku.  Sudah beberapa hari ini juga kesampain jalan lagi dengan adikku.  Senang sekali.  Biasanya kami sama-sama sibuk terlebih saat pameran.  Susah sekali meluangkan waktu untuk bersenang-senang.  Nah, tadi kami juga jalan-jalan sore, kebetulan hari cerah.  Jalanan ramai.  Bermacam rupa orang ada di jalan.  Aku dan adikku kembali kumat ”ngomongin” orang.  Sebetulnya ini bukan hal baik.  Maafkan kami yang suka menertawakan kelakuan orang-orang yang kami temui di jalan.  🙂 .

Aku suka jalan-jalan dengan suasana rileks dengan adikku.  Kami saling bertukar rencana masa depan.  Tentang bagaimana nasib restoran, keluarga dll.  Belum ada rencana serius dan pasti. Sedikit sisi positifnya,  paling tidak kami sudah mulai memikirkannya.

Selama proses rehat otak dan kepala dari segala macam resolusi pribadi, aku punya resolusi khusus tahun ini dan tahun-tahun yang akan datang.  Resolusi tahun 2011 ini,  aku memutuskan untuk lebih  bahagia dengan apa yang kupunya saat ini. Aku menikmati apapun keadaanku.  Aku bersyukur untuk keluarga dan teman-teman baik yang kumiliki.

Aku mengandaikan kalau saat ini aku sedang berada dalam kelas, mengikuti pelajaran kehidupan.  Ini masa tenang dan pastinya nanti juga akan datang masa ujian (kesulitan).  Bedanya, di kelas kehidupan ini kita tidak punya jadwal ujian yang pasti.  Namanya juga hidup, mustahil tanpa masalah.  Masalah datang dan pergi tanpa permisi.   Anggap saja itu proses naik kelas.

Bisa naik kelas tentulah menyenangkan.  Kita dapat bertemu lagi pada catatan berikutnya, itu aku adalah anugerah, kategori sehat dan panjang umur.  🙂 .  Sungguh aku ingin semua resolusi pribadi dan kolektif tercapai.  Tapi selain kerja keras, aku juga menyiapkan hati untuk kecewa seandainya berujung kegagalan.

Kemaren-kemaren aku sering gagal dan kecewa tapi happy aja tuh.  Tahun lalu nilai raportku sudah bagus, maka tahun ini harus lebih baik.  Karena itu, sebagai resolusi  tahun ini aku memutuskan untuk hidup lebih bahagia lagi.   Menikmati  semua yang telah membuat hidupku lengkap.  Bersedia memaafkan untuk hal-hal yang belum lengkap atau tidak tercapai.  Hidup enak itu ya hidup yang bahagia.

Selamat menyambut pekan yang baru ya.  Tuhan memberkati.

Salam,

Ket. gambar dari Google

Note : ini tulisan aku siapkan untuk menyambut pergantian tahun kemaren.  Sedikit telat, mohon dimaafkan ya… 🙂

Iklan

6 thoughts on “R2011/2012. Aku Memutuskan Bahagia

  1. Sophie berkata:

    iya aku maafkan, tahun depan jangan telat lagi ya 🙂

    Aku belajar dari pengalaman lalu, buat planing tiap tahunnya, cuma kalau ngk tercapai, jadinya suka ketawa. Sekarang aku bikin planning perbulan aja , jadi ngak ngoyo, tercapai syukur ngak tercapai ya cengar cengir aja.
    Manusia berencan Tuhan menentukan, jadilah kompromi sama Hansip eh salah Diri sendiri.
    Met hari senin ya..Jia You 🙂

  2. vera berkata:

    Ketahuan ya, jalan2 ga ngajak..tapi bagus juga tulisan hari ini. Satu kata untuk menguatkan, tetap mengucap syukur dgn segala yg kita punya saat ini, itu yg selalu membuatku bahagia menerima segala keadaan. Menangis boleh, tapi jgn terlalu sering…nanti jadi keriput,..halah…ngawur ya, senyum itu lebih sehat, apalgi ketawa…hahhahaha….semua indah pada waktunya…Tuhan memberkati…

    • lintasophia berkata:

      Kemaren teh dadakan. Cuma setengah jam, jalan-jalan ga jelas judulnya. Abis itu kami balik ke toko. Aku jalan-jalan sendiri ke San Luca ampe Asia Market. Ternyata daerah situ semua tutup. Dapet capeknya doang… 😦
      Masih inget ya huru hara demi uang muka rumah kemaren? Tahun yang berat…kekekekekek…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s