Nilai Ekonomis Mengganti Rokok

Catatan kecil ini aku ambil dari pengalaman kami selama 2 minggu ini dalam rangka mensukseskan Gerakan Nasional Hidup Hemat….halah…  Jadi ceritanya, di tempatku bekerja, kami berempat merokok, termasuk aku.  Berhubung belakangan jam kerja kami sangat dikit tapi pengeluaran sama besarnya, maka harus dicari solusinya agar hidup tetap normal.

Pemangkasan sudah kami lakukan di sana-sini, mulai dari mengurangi jajan diluar dan cemilan di rumah.  Tapi ternyata itu belum cukup.  Agar tetap bisa nabung, ada 1 pos yang harus kami bongkar, yakni pos pengeluaran untuk rokok.  Wah, kalau harus berhenti total, tentu berat dan kami belum siap.  Karena dengan merokok, kami juga ada jalan untuk break sekitar 5 sampai 10 menit saat bekerja.  Kalau tidak merokok, apa alasan untuk meninggalkan dapur?  Kadang kalau difikir, kami seperti tahanan Guantanamo  dengan 2 tangan diborgol.  Borgol akan dilepas cuma saat tahanan mau merokok.  🙂

Akhirnya, ramai-ramai kami beralih ke tembakau, termasuk aku   🙂 :).  Berdasarkan pengalaman selama ini, kalau merokok biasa, aku butuh sekitar 70 Euro sebulan.  Kalau adik dan kakakku,  mungkin bayar lebih banyak karena mereka merokok lebih banyak dari aku.  Nah, setelah melinting sendiri, pengeluaran dapat ditekan.  Untuk pembelian sebungkus tembakau (merk Drum), seharga 5 Euro, sebungkus  filter isi 120 biji seharga 1 Euro dan kertas 1 Euro (2 pak, masing-masing isi 50 lembar), aku cuma bayar 7 Euro.  Cukup untuk stok selama 10 hari.  Jadi, sebulan cuma sekitar 20 Euro.  Bandingkan dengan merokok cara biasa.

Aku sendiri sudah lama tidak membeli Marlboro dan cepat adaptasi dengan merokok cara ini.  Paling kakak dan sepupuku masih harus diselang-selingi dengan rokok biasa.  Ini merupakan langkah cerdik.  Walau banyak teman (termasuk adikku) yang menertawakan kelakukan kami, tapi kami sangat senang.

Temanku bilang, aku lebih nyentrik saat melinting….halah…  Atau temanku yang satu lagi bilang, bahwa kakekknya aja kalah dari aku yang melinting ini.   🙂  Apapun itu komentarnya, aku nikmati saja.  Yang jelas, setelah melinting sendiri, bekalku termasuk awet.  Abis beli tembakaunya seminggu sekali sih dan murah pula.  Lebih tenang walau tidak punya duit (sepanjang ada tembakau di tas).

Lalu, akan kukemanakan selisih pengeluaran antara rokok dan tembakau? Cuma 50 Euro sih, tapi aku pikir ini sangat membantu program yang ada.  Masing-masing dari kami sudah punya anggaran untuk itu.  Nah, kalau untukku, penghematan ini akan aku gunakan menambah pembayaran  cicilan rumah.  Lumayan tempo pembayarannya bisa diperpendek.  Ada ide lain, yakni untuk investasi murah meriah.  Setelah setiap tahun gagal, bulan depan kudu jadi buka asuransi pensiun.   Aku harap, pas pulang nanti dapat mewujudkannya.  Ga boleh males…  🙂 🙂

”Bagi rokok dong…” Itu kalimat khas diantara kami selama beberapa tahun ini, saat salah satu diantara kami kehabisan rokok.  Ada trend baru yakni, bagi filter dong….

Salam,

Ket. Gambar dari Google

Iklan

3 thoughts on “Nilai Ekonomis Mengganti Rokok

    • lintasophia berkata:

      Katanya, kalau dibilang susah (berhenti merokok), ya pasti susah… Tapi aku udah coba dan memang susah.
      Bener, paling bagus memang berhenti saja (apalagi bokek begini). Tapi, susahhh… 😦 😦

  1. Haji Bolot berkata:

    Tememnya yg disana kalo kamu pulkam bawain oleh-oleh tembakau “Mole”, kata penjualnya (Tasikmalaya) sangat bagus buat olah vokal khususnya teknik Kiliningan..Mpi 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s