Natalan Ala Lintasophia

Sejam yang lalu aku baru makan mie instant rebus dicampur telur dan 2 buah cabe rawit.  Karena tidak terbiasa makan pedas, langsung aku cegukan…uk…uk…uk…  Cabe rawit gagal menjadi bagian menuku malam ini.  Terpaksa aku menyisihkan potongan cabe rawit yang nyaris membuat air mataku keluar.

Yup, Natal ini mie instan lagi, mie instant lagi….wkwkkwkwkwk….  Kasian banget deh, Natal ga Natal menunya sama saja.  Mie instant.  Tapi jujur, tadi itu aku sudah hampir muntah saat menghabiskan mie rebus.  Tapi namanya laper, ya habis juga.

FYI, ini diluar dugaanku untuk melahap mie rebus tengah malem, karena tadi pukul 22.00 perut sudah minta diisi, tapi ga ada makanan di dapur restoran.  Lagian pikirku, sudah terlalu malem.  Eh, ternyata begitu pulang kerja aku makin kelaperan.  Tadi juga pas kerja, aku sudah membayangkan nikmatnya mie rebus pas dingin-dingin gini.  Ternyata bayangan tidak senikmat kenyataan.  🙂 🙂

Insiden mie rebus ini karena tadi makan siang pas jam tanggung, sekitar pukul 16.00 lebih.  Mestinya lebih awal, tapi tadi tamu di restoran pulangnya lamaaaa sekali.  Akhirnya, makan siang Natal dadakan juga ikut mundur demi solidaritas kepada kami-kami yang masih nyangkut di tempat kerja.

Eh, makan siang Natal kali ini juga serba dadakan.  Kemarin tidak ada obrolan bahwa hari ini kita mau ngumpul dan merayakan Natal di rumah.  Tadi siang, kakak iparku berbaik hati mengundang kami makan siang di rumah.  Aku mengajak juga teman kerjaku Septi dan Erik yang juga merupakan  sepupuku.  Sebetulnya adikku juga kuajak, tapi dia harus kerja (walaupun pada akhirnya membatalkan niatnya buka toko tadi sore).

Dan voila!  Aku, kakakku, kakak ipar, Septi dan Erik sudah siap mengelilingi meja makan. Menunya sangat sederhana, sambal ayam goreng dan capcay.  Berhubung makan siang sudah telat, kami makan sangat lahap.  Kayak orang baru pulang dari perang.  Eh, makanannya enak kok.  Hehehhehe… Makasih ya kak.  Natal kali ini jadi lebih ceria. 🙂 🙂

Setelah makan, kami ngobrol ngalor-ngidul.  Tidak ada kudapan, kue atau coklat sebagai makanan khas Natal.  Minus pula wine atau champagne.  Cuma ada air putih.  Betul-betul minimalis.  Tapi kami sangat menikmati suasana sore tadi.  Terlebih tidak berapa lama kemudian adikku menyusul. Pasukan lengkap (minus majikan yang satu lagi).  Seandainya kami tahu bakal ngumpul-ngumpul begini, pasti kemarin kami beli kue-kue sekedar pelengkap Natal ini.  Hehehehe, tapi kadang yang mendadak itu lebih seru.  Seperti sore ini.

Obrolan lebih meriah.  Kami sama-sama menertawakan krisis ekonomi yang kejam ini.  Krisis yang menghantarkan kami pada rasa cemas akan hari esok.  Krisis dan wajah muram diluar sana tidak urung membuat kami waspada dan memutar otak bagaimana caranya bisa survive.  Dan tiba-tiba keluarlah gerakan nasional : Hidup hemat dan sederhana.  Hahahahahha…. Besok-besok aku cerita deh tentang apa saja gerakan nasional ini.

Sudah lama kami tidak tertawa bersama-sama di luar tempat kerja.  Sore tadi aku merasa senang dan merasakan nikmat Natal yang luar biasa, yakni kumpul bersama keluarga.  Ini yang membuatku selalu rindu akan Natal, yakni kebersamaan keluarga dalam suasana sederhana sekalipun.  Pukul 17.49 acara selesai dan kami berangkat kerja bersama-sama.  Kami merasa happy sekalipun tanpa kemeriahan aksesoris yang biasa kami lihat di jalan-jalan atau televisi.   Tidak ada baju baru, kecuali semangat baru.

Pukul 01.00, sudah 26 Desember saat aku membuat catatan ini.    Thank’s God untuk semua berkat hingga hari ini.  Aku tidak pernah mengingkarinya.  Tolong beri kami kekuatan untuk melewati segala kesulitan ini.  Penuhi hati dan fikiran kami dengan rasa syukur dan roh kudus, supaya mulai hari ini kami bisa hidup dalam firman-Mu.  Amin.

Salam,

Ket. gambar dari Google.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s