Ternyata Daun Kelor itu Beneran Ada!

Beberapa waktu lalu pandanganku tertegun pada foto seorang teman yang sedang liburan di Lombok.  Bukan foto-foto pantainya yang membuatku takjub atau keindahan tenun Lombok yang sudah tersohor itu.  Bukan itu saudara-saudara.

Aku kaget melihat sebuah foto berjudul : Sayur Daun Kelor.  Benarkah itu daun Kelor yang selama ini sering disebut-sebut dalam pepatah : Dunia tidak selebar daun kelor.  Kirain cuma sekedar ungkapan…🙂

Temanku mengiyakan kalau itu adalah daun Kelor yang dimaksud.   Oalaaaahhh…  Ternyata daun Kelor itu beneran ada ya?  Lagi-lagi temanku mengiyakan.  Di salah satu komentar balasan di FB miliknya, katanya daun Kelor itu baik untuk ibu yang menyusui.  Hmmm…jadi penasaran nih sama sayur mirip bening Bayam.

Untuk menjawab penasaranku, aku membuka-buka laman Wikipedia.  Ada sedikit penjelasan tentang daun Kelor di sana.  Bahasa Latin daun Kelor adalah Moringa oleifera yang merupakan suku dari Moringaceae.   Sedangkan daun Kelor itu sendiri memang merupakan dedaunan dari pohon tersebut yang biasanya tumbuh setinggi 7-11 meter.  Buset, tinggi juga ya?  Bayanganku, karena daun Kelor itu kecil-kecil, pastilah pohonnya pendek seperti bunga Flamboyan.

Selain daun Kelor yang kecil-kecil itu, ada juga bunganya yang berkembang sepanjang tahun.  Warnanya putih kekuning-kuningan dan wangi semerbak.  Sampai di sini aku tidak punya info, apakah bunga pohon Kelor juga dimanfaatkan untuk  bahan baku parfum.

Tidak banyak info di Wikipedia,  kecuali buah Kelor yang disebut Kelentang juga dapat dimanfaatkan sebagai sayur.  Berarti ya daun ya buah Kelor bisa dibuat sebagai teman lauk pauk ya.

Pencarian lebih dalam tentang daun Kelor ini berlanjut.  Dibeberapa blog yang aku temukan, ternyata katanya si daun Kelor ini mengandung banyak vitamin A, B1, B2 dan C.  Wah, banyak juga ya?  Nah, sedangkan akar dan bijinya diyakini dapat mengatasi beberapa penyakit, seperti ; kurap, luka bernanah, beri-beri dan udim, biduran, alergi serta rabun ayam.  Wah, makin menarik nih…🙂

Kalau aku termasuk kurang gaul, karena baru tahu kalau pohon Kelor itu ternyata benar-benar ada.  Sedangkan nenek moyang kita sudah mengenalnya sejak zaman dahulu kala.  Tentu saja beda tempat beda pula panggilan terhadap daun Kelor.

Kalau kamu berada di warung makan di Madura dan kebetulan menemukan menu Sayur  Maronggih, dapat dipastikan kalau kamu sedang berhadapan dengan daun  Kelor.

Di Aceh ia dipanggil sebagai Murong, di Ternate ia berubah menjadi Kelo.  Perjalanan si daun Kelor tidak cuma di daerah Sumba dan sekitarnya yang dipanggil sebagai Kawona, tapi ia juga bermukim di ranah Minang dengan memperkenalkan diri sebagai Munggai.  Hebat kan?  Ternyata ia ada dimana-mana.  Cuma kita yang di tanah Sunda, Jawa dan Melayu yang mengenalnya sebagai Kelor.

Lalu, siapa yang memulai pepatah : dunia tidak selebar daun Kelor?  Kenapa harus daun Kelor?  Kenapa tidak kita ganti saja menjadi daun Jengkol?  Hihihihi, aku tidak punya ide dan tidak menemukan jawabnya.  Karena menelisik ukuran daun Kelor yang cuma selebar kuku orang dewasa, bisa jadi maksudnya bahwa dunia itu luas, temans.

Ternyata banyak hal-hal sepele yang sama sekali aku baru tahu, setelah umurku lewat dari sepertiga abad.  Tiba-tiba terpikir akan pepatah : bagai memakan buah Simalakama.  Kamu ada yang tahu dan sudah pernah memakan buah Simalakama?

Salam,

Sumber : wikipedia dan berbagai blog di internet

Ket. gambar dari Google

Special thank’s untuk GN : ternyata beneran ya kalo daun Kelor itu ada!

13 thoughts on “Ternyata Daun Kelor itu Beneran Ada!

  1. lintasophia berkata:

    Kayaknya, daun Kelor lebih populer sebagai pengusir setan daripada sebagai sumber vitamin…🙂
    Soalnya, komen yang sama dateng dari temen-temen waktu catatan ini nongol di FB.

  2. judistira berkata:

    Mngkin karena wujudnya ada sehingga munculah pepatah “dunia tidak sesempit daun kelor” hehe
    Tp keberadaan tanaman yg satu ini emang rada unik,sepanjang sepengetahuanku daun ini memang multi guna
    Disamping digunakan utk konsumsi(dibuat sayur dll),juga digunakan utk pengobatan.
    Dah yg tak kalah menarik jenis daun ini sering dikaitkan dg urusan dunia lain(magic) dibeberapa budaya dlm masyarakat kita.
    Misalnya ketika musim pageblug(bhs sunda:musim penyakit) biasany masyarakat dipedesaan menggantungkan daun kelor diatas pintu rumah
    Sbg penolak bala dan penyakit.dibeberapa budaya yg lain daun kelor jg dipercaya sbg penolak bala terhadap ilmu hitam dan dunia yg tak terlihat.
    Ternyata oh ternyata…..

  3. Knibre berkata:

    Having seen an close mate going trough a tough moment due to a illness caused from using cigarettes I made it my own mission to spare as much others as is possible from the same destiny, though quickly I realized that regardless of how great the arguments are it is actually extremely hard to have a smoker give up smoking cigarettes, not because your arguments are not good enough and not because the smoker isn’t happy to quit but simply because smoking is really a even more addictive drug than heroin and also cocaine (scientifically confirmed).

    I Then realised there is in reality a way to stop smoking without quitting smoking, therefore allow a smoker his pleasure as well as habit yet preserve him from the damaging effects of cigarettes.

    The Things I am speaking about are electric cigarettes. Read about all the side effects of smoking cigarettes and the way a electronic cigarette could help you quite smoking cigarettes or simply permit you to follow your habit and get the kick without the harmful side effects associated with smoking on my web-site http://electroniccigarette0.com

    P.S. I am hoping this will not be removed due to having a link to my website as I merely attempt to inform and help.

    Might God bless you all

    Chrissy M.

    • lintasophia berkata:

      Met pagi Mas Ferry….
      Kalau berbentuk ekstrak, berarti hasil olahan daun Kelor ya? Betul, aku baca beberapa referensi, daun Kelor dipercaya baik untuk kesehatan tubuh, termasuk melancarkan ASI.
      Makasih udah mampir.

      Salam hangat,

      Lintasophia

      • ferryroen berkata:

        ia mba, kata pemilik perusahaan obat ya daunnya. emang seh perlu ada perubahan persepsi lewat publikasi seperti yg mba lakukan. sebab kelihatannya yg mengkonsumsi secara teratur jenis sayuran ini hanya sebagian kecil masyarakat indonesia di wilayah nusa tenggara saja. padahal kan
        mksh!

  4. Iwed berkata:

    Di The Body Shop ada produk perawatan yang menggunakan aroma bunga moringa. Baru tau kalo ternyata moringa itu kelor.

    • lintasophia berkata:

      Moringa?
      Hmmm, aku kayak pernah denger nama Moringa tapi lupa dimana.
      Bentar lagi meluncur ah mencari aroma si Moringa.
      Makasih banyak informasinya. Salam kenal ya.

      Lintasophia

  5. Lombokwaw berkata:

    Aq biasa masak kelor emang di bening.. tapi untuk masalah bunganya.. itu bisa di konsumsi.. Mama qu biasanya di sayur asem,, lengkap pake kacang jagung daun singkong bunga kelor bahkan ada teri atau potongan tongkol.. bunga keLor itu rasanya manis gurih dan lembut.. dalam sebulan mama biasa masak sampi 6 kali.. karena sayur asem bunga kelor merupakan menu favorit qu..
    dan tak lepas dari sambel terasi lalap parenya..

    • lintasophia berkata:

      Ciao Rieska,
      Ternyata, selama ini aku yang kurang up date, kirain daun kelor cuma benda khayalan.
      Sampe sekarang aku belum ketemu daun kelor. Mungkin kapan-kapan kalo ke pasar tradisional mau serius nanya ke tukang sayur.
      Rasanya gimana? Katanya mirip bayam ya?

      Nuhun udah mampir, ceu Rieska.
      Salam hangat,
      Lintasophia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s