Tak Ada Komputer Baru di Hatiku

Met pagi Indonesia,

Apa khabar kalian semua?  Semoga tetap sehat ya walau cuaca sedang tidak menentu.  Eh iya, Lintasophia  lagi numpang nih.  Maksudku,  aku sedang tidak punya komputer karena komputerku yang kubeli 3 tahun lalu mati total.  Menurut kakakku yang faham masalah komputer, kerusakan terjadi pada GPU (Graphic Processing Unit). * semoga aku ga salah dengar 🙂 * .  Lho, komputer rusak kok aku masih bisa nulis?  Psssttt… aku nebeng komputer kakak sampai Februari ini.

Ditilik-tilik, tewasnya komputerku kali ini merupakan penyakit tahunan.  Tahun lalupada bulan yang sama, komputer juga mengalami penyakit yang sama, namun sempat tertolong.  Karena penyakit komputer ini pula yang pelan-pelan mencabutku dari komunitas dunia maya.  Berhubung komputer dapet minjem, jadi aku sudah berjanji akan menggunakannya semaksimal mungkin.

Seperti di catatanku sebelumnya, aku lebih banyak menggunakan komputer untuk membaca artikel yang aku perlu, tidak pernah chat lagi, FB-an juga jarang via komputer.  Lumayan, sudah jarang begadang kecuali  menulis.  Pokoknya, sedaplah. 🙂

Sedikit tambahan kenapa waktuku ngontrak komputer kakak ini cuma sampai pertenghan Februari saja.  Karena komputer ini merupakan titipan seorang teman yang akan kami bawa pulang pas mudik kelak, bulan Februari.

Lalu, setelah ga punya komputer?  Nyante aja… Abis mudik biasanya aku bawa banyak buku bacaan.  Aku bakal banyak membaca atau melakukan hal lainnya (udah ada nih ancer-ancer kegiatan yang akan aku lakukan).

Kenapa ga beli saja?  Weks, sampai pertengahan tahun depan keuangan tidak bisa dikutak-katik.  Setiap bulan sudah ada pos-pos anggaran (paling banyak ya bayar hutang).  Menambah anggaran baru bukan ide yang bagus, walau sebetulnya harga komputer tidak seberapa.

Gimana rasanya tanpa komputer?  Hehehehe…biasa aja.  Cuma takut ga bisa nulis, selain itu ya nyante aja. Sedih karena rusak dan bakal ada pengeluaran tambahan (beli komputer lagi), tapi selain itu tidak ada rasa kehilangan berlebihan.

Beneran nih aku  sesantai itu? Benerannnnn…. Kebiasaan hidup ”di bawah garis kemiskinan” berbulan-bulan ternyata cukup ampuh membuat aku tidak tergiur untuk buru-buru membeli.  Atau, kita lihat saja nanti.  Mungkin saja aku akan langsung membeli komputer baru kalau butuh (tapi kayaknya ga…).   Seandainya butuh, ntar beli yang murah meriah.  Sing penting bisa nulis dan internetan. Tapi sementara ini, tak ada komputer baru di hatiku.  Bawa santai saja…hehehhehe…  🙂

Salam,

Ket.  gambar dari Google

Iklan

2 thoughts on “Tak Ada Komputer Baru di Hatiku

  1. Sophie berkata:

    Lintas sophie berubah penampilan, hiks aku lebih suka yg kemarin dulu :-).

    Nov, disini malah ngak usah computer, FB diblok, youtube diblok, twitter diblok, blogspot, multiply,WP juga diblok, so you name it pokoknya yang asyik2 diblok, sama juga bohong punya computer.
    Kadang memang sepertinya kita diperbudak computer. Dulu aku juga berpikir seperti dirimu, ternyata jika kita ada kesibukan, malah ngak sempat berpikir untuk online.

    Selamat menjelang Natal Nov, Tuhan berkati selalu, semoga apa yang menjadi rencanamu akan indah pada waktunya.

    • lintasophia berkata:

      Hallo mbak,Lintasophia berubah wajah cuma selama Natal dan tahun baru aja. Biar ga selalu kelabu…Lagian lucu kan, snowing…hihihihi… 🙂

      Aku suka pendapatmu. Yup, kadang diri kita sendiri yang membuat : bahwa kita sangat membutuhkan komputer, gadget dan sejenisnya. Tergantung perspektif yaaa…
      Met menjelang Natal juga. Untuk 2011 lebih baik, tetep semangat. 🙂 Tuhan memberkati ya mbak…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s