Merayakan November

Met pagi Indonesia, apa khabar kalian semua?

Khabarku baik, sedikit menggigil karena sudah beberapa hari ini cuaca drop, sekitar 5 derajat Celcius.  Untuk kotaku, suhu segitu sudah dingin, seperti Desember dan Januari saja.  Belum lagi hujan atau gerimis yang terkadang disertai dengan butiran salju dari pegunungan yang terbang bersama tiupan angin.

Terus terang, aku tidak suka musim dingin.  Aku ingin matahari, aku ingin pergi ke pantai.  Tapi berhubung kita harus beradaptasi dengan lingkungan, maka aku cuma bisa menjalani saja hari-hari yang dingin ini, sambil sesekali menggerutu atas kerepotan yang ditimbulkannya.  Bagaimana tidak repot, berpakaian 4 lapis, belum termasuk kaus kaki panjang, sarung tangan dan topi.  Sekarang, membutuhkan waktu lebih lama untuk mempersiapkan diri sebelum berangkat kerja.

Nah,  kalau dingin begini, enaknya stay di rumah sambil menyeruput coklat hangat.  :) .  Sementara, khayalan nonton TV sambil minum coklat hangat harus aku abaikan karena seperti yang lain, aku juga harus kerja.  Bahkan, kerjaku bulan November ini panjaaaaaannngggg dan capek….pek….pek…. Aku sampai lupa kapan terakhir kali bangun dengan keadaan segar bugar.  Kurang tidur, kurang makan dan kurang hiburan….untungnya ga kurang kasih sayang….halah….

Pas nulis catatan ga penting ini, moodku sudah membaik lagi setelah tadi kerja 10 jam nonton stop. Habis makan sih….hihihihi… Sekedar flash back, akhir pekan ini, kami ada pameran di Milan, dan kami sedang mempersiapkan ini itu yang harus dibawa ke Milan.  Tidak aku saja yang repot, semua kebagian.  Bedanya, aku nyaris tanpa break dan badanku sakiiiiitttt semua setelah menyiapkan berkardus-kardus handycraft.  Sisa capek dari hari Sabtu, Minggu dan kemaren yang kerja tanpa putus bikin aku sempoyongan hari ini.  Sayangnya ga bisa kabur.  Pagi-pagi sekali udah menyusun anting-anting beraneka rupa baik model, warna dan materialnya.  Menyusun anting kelihatannya sepele, cuma memisahkan 5 pasang anting dari setiap jenis yang ada lalu menyusunnya di kotak-kotak yang telah tersedia.

Kendalanya, anting-anting itu sudah terlanjur bertebaran dimana-mana, tercerai berai.  Karena hampir setiap bulan kami ikut pameran, jadi kondisi stok barang memang berantakan.  Dan minggu ini proses menyortir kembali barang-barang tersebut dan mendaftarkannya kembali.  Urusan anting ini nyaris membuat mataku berkunang-kunang.  Kemana pun aku memandang, serasa ada anting-anting di kelopak mataku.  Saat aku tarik nafas dan memejamkan mata, maka ada anting-anting di benakku.  Benar-benar tersiksa.

Puji Tuhan, anting-anting yang berhasil kusortir itu hampir 700 pasang dan sekitar 100 pasang lagi belum dipastikan jumlahnya (masih harus disusun ulang).  Sedangkan kakak iparku yang ikut turun tangan pada pameran kali ini, berhasil menyortir 200 pasang anting-anting.  Dapat dikatakan, hari ini kami membenahi 1000-an anting-anting…huaaaaaa……ga nyangka.

Sakit pinggang, sakit punggung dan sakit jempol.  Setiap anting yang dikemas dalam plastik kecil harus distaples.  Alhasil, jariku ikutan keriting karena urusan jetrek-jetrekan ini.  Hihihihi, ternyata bentuk dan rupa tanganku makin ga karuan.  Kering dan pecah-pecah karena dingin dan air (saat bekerja di dapur restoran), juga banyak luka…ihiks…. Yah gimana lagi?  Udah pekerjaanku modelnya begini.  Masalah tangan ga pernah aku fikirin.  Walau capek, aku masih mengucap syukur atas pekerjaan yang ada.

Jadi, aku akan mengucapkan Puji Tuhan untuk November yang akan lewat ini.  Terima kasih Tuhan untuk semua yang telah terjadi, termasuk pekerjaan yang kadang bikin aku gila ini.   Aku juga turut berbahagia atas pernikahan dua orang sahabat terbaikku waktu kuliah dan SMA dulu.  Semoga pernikahan mereka langgeng dan penuh kebahagiaan.

Secara khusus aku bersyukur untuk kesehatan keluarga besarku.  Tentu saja aku tak lupa akan ulang tahunku yang telah lewat.  Thank’s God for evthing.  Awalnya, agak parno karena bertambah usia, berarti kesempatan berubah lebih baik menjadi lebih pendek.  Apa target dan harapanku pas niup lilin kemaren ya? Jujur, aku ga punya harapan khusus.  Cuma pengen lebih sehat, kuat, ikhlas, tetap sederhana dan sabar saja ke depannya.

Sebetulnya, aku pengen banget minta kritik dan masukan dari mereka yang setiap hari hidup dan bersentuhan langsung denganku.  Aku pengen tahu sejauh mana perubahanku selama ini.  Berubah menjadi baik atau sebaliknya?  Tapi niat itu aku urungkan.  Aku takut berubah menjadi narsis dan sejenisnya.  Atau jangan-jangan aku tidak siap menerima kritikan mereka ya?  Apapun itu… Mari kita berharap dan berbuat yang terbaik saja.  Masih ada sebulan lagi untuk memperbaiki nilai raport kita selama tahun 2010 ini.  Selamat berjuang dan mari mencintai kehidupan ini.  Selamat datang Desember.

Salam,

2 thoughts on “Merayakan November

  1. Sophie berkata:

    Nov, waktu berlalu ya, tanpa terasa bulan dec sudah didepan mata.
    Semoga dirimu di tahun depan lebih baik, sehat selalu dan mendapat rezeki lebih banyak.
    Kritik aku, sayangilah diri lebih banyak, istirahat lebih baik, kacian badan diajak kerja rodi terus..
    Take care Nov..

    • lintasophia berkata:

      Iya, cepet banget…tau-tau udah Desember lagi. Sebentar lagi 2011, padahal 2010 juga belum puas.🙂🙂
      Kerjaan lagi ga bisa ditinggal dan kondisi pribadi juga butuh penanganan khusus. Semoga ntar kalo keadaan membaik, aku bisa istirahat.
      Eh mbak, makasih ya supportmu selama ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s