3 Generasi, Miskomunikasi dan Anak Babi

Barusan aku call ke rumah, cuma beberapa menit karena pulsa sudah mengenaskan.  Kebetulan di rumah sedang ada kakakku yang cewek (ibu dari 3 keponakanku yang tinggal di rumah).  Saling bertukar khabar sebentar hingga giliran telfon berpindah ke Natalia, keponakanku yang paling kecil.  Biasa kupanggil Si Cantik Lia, bulan depan genap berumur 4 tahun.

Pagi ini Lia tidak riang, bernyanyi pun asal-asalan, serba tidak  jelas lagunya.  Ketika kutanyakan kepada ibuku, mengapa tadi Lia seperti itu.  Sambil bisik-bisik, berceritalah ibuku bahwasanya Lia sedang ngambek.  Masalahnya sepele, tapi dasar anak kecil, kadang kalau udah ngambek susah  banget dibujuk.  Pas ibuku lagi kasih makan 3 guguk di rumah kami (Bolang, Chika dan Blacky), ibu dan kakakku sambil bertukar cerita.

Menurut ibuku, memberi makan 3 guguk yang mungil-mungil ini, mengingatkannya waktu di kampung dulu, saat beternak babi.

” Kalo pas ngasih makan yang tiga ini, serasa ngasih makan babi.  Makannya banyak pisan”  Kata ibuku sambil menyiapkan makanan untuk para guguk.

” Bukan kayak ngasih makan babi, tapi anak babi.  Kan masih kecil-kecil.” Sambung kakakku.  Tiba-tiba Natalia yang berdiri tidak jauh dari mereka berteriak sekencang-kencangnya.

” Aku bukan anak babiiiiiiiiii……”

” Lho, Lia kenapa?” Tanya kakak dan ibuku berlari menghampiri Lia.

” Mama jahat bilang aku kayak anak babi.” Lia menangis meraung-raung.  Kakak dan ibuku sama-sama repot meredam tangis pagi ini.

” Aku bukan anak babi….” Teriak Lia berulang-ulang sambil marah.  Semua serba kaget karena begitu tiba-tiba dan tidak menyangka reaksi Lia yang ekstrim.

” Bukan gitu Liaaaaa…..”

* Pantes aja tadi masih ada sisa tangis di suaranya Lia.  Rupanya Lia sangat terpukul, ia merajuk.  Ibuku merasa bersalah sekaligus lucu, walau pas menceritakan masalah anak babi tadi, beliau menahan tawanya demi menjaga perasaan Lia.  Di depan Lia, ga ada lagi yang berani berbicara tentang anak babi.

Ufffff…..  😦

Ket.  gambar dari Google

Iklan

2 thoughts on “3 Generasi, Miskomunikasi dan Anak Babi

  1. Vera berkata:

    Hahahhahaha……ternyata terjadi miskomunikasi, tp dah dijelasin khan? Lucu jg, ternyata lia makin besar, makin sensitif. Sambil baca blog ini, aku sambil membayangkan Lia yg salah tanggap, lalu kesal dan teriak, trus nangis dipojokan kursi atau menutupi kepalanya dengan bantal. Aduh….lia, cup..cup..cup kamu salah paham….hehehhehe…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s