Happy Make a Wish… *((^_^))*

Malem ini hujan masih setia mengguyur kotaku juga sebagian besar Italia.   Sejak semalam, suasana sangat kacau karena urusan hujan ini, banyak lampu lalu lintas mati.  Menjelang siang, hujan bukannya reda tapi menggila.  Pukul 10.00 pagi tadi, aku mengirimkan pesan singkat ke majikanku.  Aku bilang : suasana San Lorenzo sangat gelap.  Selama aku di sini, ini kelam paling kelam untuk ukuran musim gugur.  Curah hujan sangat tinggi ditambah petir yang kadang bikin sport jantung.

Kalau cuaca buruk gini, bisa dipastikan tidak akan ada pengunjung di tokoku, begitu juga toko dan bar di sekitarku.  Sejak awal September lalu, cuaca tiba-tiba berubah tak bersahabat.  Aku sendiri tidak melakukan aktivitas banyak di toko.  Kalau ada komputer, mungkin aku bisa menghabiskan waktu dengan berselancar di dunia maya.  Tapi ya udah, ga perlu berandai-andai ada ini ada itu.  Bisa bekerja dengan nyaman dan aman pun sudah Puji Tuhan.

Tiba-tiba nongol invite dari sahabat karibku yang lagi pusing tujuh keliling akibat beban kerjanya yang banyak.  Hari ini dia harus lembur, saat hatinya ingin pulang cepat.  Akhirnya, aku mengiyakan chat hari ini, setelah dari pagi muncul offline message di YM-ku, untuk mengecek apakah aku telah eksis di dunia nyata atau masih di alam mimpi.

Aku sudah mengabaikan teriakan pusing-pusingnya di YM-ku.  Jendela yang menghadap jalan raya malah kupilih untuk melewatkan pagi yang suram ini.  Aku sebut suram karena kebetulan sereal untuk sarapan habis, demikian juga rokok.  Dan yang lebih parah, aku tidak pegang dana sama sekali.  Mestinya kemarin aku mampir ke supermarket untuk belanja, tapi terlewat.  Artinya, pagi tadi mestinya aku mampir dulu ke ATM setelah itu berbelanja.  Tapi setelah melihat cuaca di luar, aku mengurungkan niat tersebut.  Rasanya, tidak sepadan berlari-lari di tengah badai demi sekotak sereal.

Kembali aku check handphone-ku, berharap dapat SMS kejutan dari majikan yakni : apro io il negozio (aku  -dalam hal ini majikanku- yang buka toko). Horeeee….. Tapi khayalan tinggal khayalan.  Tidak ada SMS pagi ini.  Hanya beberapa menit menjelang aku kesiangan, buru-buru kusambar handuk yang tersampir di dekat pintu.

Dan, dalam hitungan menit aku sudah duduk manis dan chat bersama sahabat karibku.  Mulailah cerita mengalir, sebuah percakapan tanpa tema dan kadang membuat ngakak, sengakak-ngakaknya. Kenapa aku suka mendengarkan curhatan orang lain?  Bukan sekedar usil pengen tahu urusan orang lain, tapi lebih ke memberi semangat dan mengalirkan energi positif saja, walau hanya lewat dunia maya.

Setiap orang punya masalah dan butuh solusi.  Kadang ada masalah yang bersifat mendesak untuk diselesaikan, tapi mungkin saja masalah akan berhenti begitu saja seiring berjalannya waktu.  Tapi dari semua, kita jangan sampai hilang harapan untuk menemukan solusi atas masalah yang tengah ada. Selalu ada jalan keluar, teman.

Seorang teman bertanya, di foto-foto Facebookku, aku selalu tersenyum, ceria seakan semuanya indah.  Benarkah seperti itu?  Aku membalas pertanyaannya itu dengan simbol : orang ngakak sambil megangin perut. Seperti yang aku bilang, tidak ada manusia hidup tanpa masalah.  Pun dengan aku, punya segudang masalah.  Banyak, bahkan teramat banyak.  Lalu, bagaimana bisa hidup normal bahkan seakan narsis gitu jika dilihat di foto?

Sekedar berbagi nih.  Aku terbiasa membagi isi kepala dengan folder : urusan keponakan, urusan kerja, urusan keluarga besar, masalah pribadi, masalah relasi dengan si dia, masalah keuangan dan lain-lain.  Setiap masalah dipilah-pilah, dikelompokan lagi menjadi sub folder.  Misalnya : folder masalah pribadi dibagi lagi menjadi : pengembangan diri, motivasi, peta masa depan dll.  Entahlah apa cara ini cukup efisien untuk kalian atau jangan-jangan malah makin banyak yang harus dipikirkan?  🙂

Untuk perempuan yang terbiasa multitasking, mestinya bisa berfikir lebih runut.  Dalam hal ini, bersyukurlah kita  terlahir sebagai perempuan yang otaknya secara otomatis mengkomando tangan, kaki dan mulut bergerak bersamaan.  Misalnya nih, pas buang sampah, tangan kanan megang rokok, tangan kiri megang kantong sampah, telinga menjepit handphone ke bahu karena tiba-tiba majikan menelfon.  Bukankah kita terbiasa melakukan hal seperti itu?

Berarti, kita juga bisa memikirkan masalah yang ada secara bersamaan tapi tidak bertabrakan.  Jadi, menciptakan ruang-ruang di kepala itu bukan berarti mengerjakan ruang masalah satu per satu. Yah, kalo gitu mah kapan beresnya? Dengan sistem kepala yang rapih, kita bisa membuka file masalah dengan cepat dan menyimpannya kembali saat tidak memerlukannya lagi.

Lalu, apa hubungan pengantar yang panjang ini dengan Wish seperti judul di atas?  Artinya, semakin banyak ruang di kepala kita, semakin banyak pula harapan yang kita tabur.  Bila sebuah main folder saja bisa menghasilkan beberapa sub folder dan setiap sub folder bermuara pada 1 wish, kebayang kan berapa banyak wish yang kita miliki.

Kapan terakhir kali kalian mengucapkan atau menuliskan wish? Coba ambil beberapa menit waktu untuk memikirkan beban yang ada dan uraikan satu per satu.  Tetapkan wish yang bersifat umum dulu.  Misalnya folder : KEUANGAN, kalau diuraikan akan bermuara pada keinginan memiliki  usaha sendiri, misalnya toko bunga.    Maka sebagai wish yang bersifat umum adalah : memiliki usaha sendiri dan toko bunga (Ini mah satu dari wish-ku) adalah wish spesifiknya.  Berangkat dari wishes ini, kalian bisa menemukan tahapan-tahapan yang dapat dilakukan untuk membuka sebuah toko bunga.

Terus terang, ini cuma catatan ringan saja dan aku tidak punya basic sebagai perencana keuangan, konsultan, motivator atau apa pun istilahnya.  Tapi saling berbagi dan belajar dari pengalaman orang lain mungkin bisa membuat beban lebih ringan.  Ayo, yang butuh waktu untuk melipat tangan, pergi ke pura atau sholat untuk menenangkan diri sebelum menentukan wish of the day, kayaknya bisa dimulai hari ini.


Selamat menyambut hari ini dengan berjuta harap.  Happy make a wish, teman…

Salam,


Ket : gambar dari Google

Video : youtube

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s