Wajik Asyik

Selamat pagi semua.  Apa khabar?  Setelah kemaren aku cerita kangen Jogja, kali ini aku mau bilang : kangen Lintasophia  :) .  Jangan bosen ya kalau aku bilang, waktuku itu lebih banyak dihabiskan di tempat kerja, jadi agak susah bertemu kompi.   Lama-lama  aku buat KTP nih  dengan residenza (alamat) tempat kerjaku🙂 .

Oh ya,  untuk kalian yang  weekend ini ga ada acara, bagaimana kalau hari ini pada stay aja di rumah.  Lumayan kan bisa istirahat dan irit bensin.  Cukup mereka-mereka saja yang merasakan macetnya kota.  Kita tidak perlu menambahi (* smile).  Lalu, ngapain dong di rumah?  Bagaiamana kalau kita melongok sebentar dapur kesayangan kita.  Masak yuk!

Kali ini kita buat jajanan pasar yang gampang aja, yakni wajik.  Yup, kayaknya wajik ini salah satu jajanan tradisional yang masih eksis sampai sekarang.  Berbahan dasar ketan putih, santan dan gula merah.  Jadi bahan yang dibutuhkan cukup familiar di telinga kita.   Mumpung masih  pagi, yang belum punya bahan-bahannya, bisa belanja dulu ke pasar tradisional.  Setelah itu, kita beraksi.

Berikut ancer-ancer bahan yang dibutuhkan :

280 gram ketan putih

250 gram gula merah

400 ml santan kental (dari kelapa tua)

1 bungkus vanili

1 lembar daun pandan

garam seujung sendok teh

Cara membuat :

Liwet ketan di atas api kecil.  Tunggu hingga matang (kira-kira 30 menit).

Sambil menunggu ketan matang, siapkan katel dan sendok kayu untuk mengaduk.

Masukan ke katel santan, garam, gula merah, daun pandan dan vanila.  Aduk pelan-pelan di atas api kecil.

Yang paling penting, selama proses bercampurnya gula dan santan, harus selalu diaduk agar santannya tidak pecah.

Tunggu hingga santan mengental dan mengeluarkan minyak.

Periksa ketan apakah sudah matang dengan sempurna.  Biasanya, kalau ketan sudah matang, bulir nasinya berwarna/seakan transparan dan berminyak.  Tidak perlu diaduk agar ketan tidak hancur.  Untuk mengetes apakah ketan sudah matang, cukup mengambil sedikit dengan bantuan sendok makan.

Sisihkan daun pandan dari campuran gula dan santan, lalu  masukkan ketan.

Aduk ketan dengan cara memecah gumpalannya (agar ketan   tidak hancur).

Tuang ketan ke nampan yang telah dialasi daun pisang atau kertas minyak.  Ratakan

Biarkan sesaat hingga dingin dan agak keras.

Potong-potong sesuai selera dan wajik siap dihidangkan.  Lebih cocok ditemani teh hangat tawar.

Note :

  • Agar ketan mudah dilepaskan dari permukaan panci, setelah diangkat dari kompor, langsung basuh bagian bawahnya dengan air dingin.
  • Kadang kita tidak tahu kualitas ketan yang kita beli.  Sebagai takaran air untuk meliwet, gunakan 1 buku jari telunjuk dari permukaan ketan.
  • Untuk gula merah, jumlahnya tidak baku kok.  Bisa ditambah atau dikurang sesuai selera.

Untuk hari ini, catatannya cuma wajik aja ya.  Aku mau tidur dulu.  Seperti biasa, gambar masih dari Google.  Karena tadi saat buat wajik, aku lupa untuk mendokumentasikannya.  Tapi aku jamin, wajik ini cukup  asyik kok untuk melewatkan weekend kalian.  Happy weekend yaaa…

Salam,

2 thoughts on “Wajik Asyik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s