Belajar dari Daun yang Jatuh

Saat aku mengawali catatan ini beberapa hari yang lalu, hujan sedang mengguyur kotaku.  Entah hujan ke berapa di bulan September ini.  Cuaca sedang tidak menentu, kadang matahari sangat terik, tapi saat aku berkedip, semua sekejap berubah menjadi abu-abu.  Angin yang dingin, suasana  gelap dan murung.

Sejak tanggal 21 September lalu, musim gugur secara resmi telah dimulai.  Lamanya 3 bulan, hingga Desember nanti yang kemudian disusul dengan musim dingin.  Sebuah hitungan yang berlaku untuk negara 4  musim, seperti Italia.  Pohon-pohon telah menanggalkan daunnya.  Burung-burung entah pada bersembunyi dimana.  Orang-orang dengan langkah bergegas.

Di depan San Lorenzo, tempat sehari-hari aku melewatkan waktu selama bekerja, keriuhan mendadak diganti oleh senyap.  Tidak ada lagi pemuda-pemudi dengan tangan memegang gelas plastik berisi bir atau wine.  Hujan membuat mereka yang tidak harus bekerja memilih mengurung diri di rumah, mungkin di depan TV sambil menyeruput cokelat hangat.

Masyarakat mulai mengeluh karena angin terlalu kencang atau hujan yang sangat merepotkan.  Selalu ada keluhan.  Ini namanya masa malinconia (bhs Italia) atau melankolia/melankolik (bhs Indonesia).  Melankolia secara singkat dapat diartikan sebagai sebuah perasaan sedih yang mendalam.  Dapat pula diartikan sebagai  hilangnya mood dan inisiatif.

Biasanya, setiap awal musim gugur seperti sekarang, selalu ada pembahasan mengenai hubungan antara musim gugur dan perubahan emosi seseorang di radio atau majalah.   Tapi kali ini aku belum menemukan pembahasan yang aku perlukan di majalah atau radio.  Beberapa hari ini aku mencoba mencari hubungan antara musim gugur dan melankolik, tapi aku tidak menemukannya.

Aku lupa nama hormon yang mempengaruhinya, tapi sejak dahulu kala, musim gugur dan perasaan melankolik itu tidak dapat dipisahkan.  Keadaan sebaliknya terjadi pada saat musim semi dan musim panas, dimana secara otomatis hormon pada tubuh kita  membuat perasaan lebih ceria dan kehidupan lebih berwarna.   Terapi yang baik untuk menghilangkan atau mengurangi perasaan melankolik adalah dengan coklat hangat.

Menjadi manusia itu memang sulit, karena serba tidak puas dan gampang menyalahkan keadaan.  Sama seperti aku yang awalnya  merasa horor saat melihat orang mengenakan sepatu boots, jacket tebal dan perlengkapan musim dingin lainnya.  Dalam hatiku, aku masih tidak ingin memasuki musim gugur dan musim dingin.  Seperti tahun-tahun yang sudah lewat, pasti berat.  Aku masih ingin menikmati summer, merasakan matahari.  Titik!

Tapi tentu saja tidak mungkin, karena ini adalah proses alam yang tidak bisa kita lawan.  Justru sebaliknya, jika setiap tahun aku akan bertemu 4 musim, mestinya aku sudah menyiapkan diri untuk itu semua.  Dan bila keadaan yang ada membuat beberapa hormon di tubuhku bereaksi, menciptakan suasana melankonia, seharusnya aku telah menyiapkan lagu-lagu riang untuk menghalaunya.  Menumpuk persediaan coklat di lemari untuk memperbaiki mood-ku.

Untuk sesuatu yang sulit dan berat, pasti waktu terasa  berjalan lambat.  Padahal 3 bulan musim gugur ditambah 3 bulan musim dingin, total 6 bulan.  Dari dulu  ya seperti itu.  Untuk kalian yang memasuki musim gugur ini, ada baiknya kita menghibur diri dan beradaptasi lagi dengan keadaan yang akan datang.

Teringat ada ungkapan bijak yang mengatakan, di balik jalan yang terjal akan ada jalan menurun.  Setelah gelap, akan datang terang.  Cuma memenej fikiran saja saat mengikuti siklus alam. Kenapa harus cemas?  Belajar dari daun yang jatuh, akan tumbuh tunas baru.  Sabar ya teman…

Salam,

Ket : gambar dari Google

Note : pubblish dulu baru besok-besok diedit lagi… Ngantuk  🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s