(Bukan) Si Ratu Tega

Menyenangkan…menyenangkan…malam ini menyenangkan.  Sambil ngopi, rokok terselip di jari dan sedikit cemilan di sebelahku.  Upsss…aku ga berhasil memenuhi janjiku untuk membeli keripik sebagai cemilan malam ini.  Tadi sore tanganku malah meraih segenggam anggur, setelah kembali dari mondar mandir di rak keripik.  Aku juga mengambil sekotak salad Grecca untuk makanku hari ini.  Salad Grecca itu adalah sebutan salad yang terdiri dari selada, jagung, tomat, buah zaitun.  Salad ini untuk melengkapi keju mozzarella yang sudah nongkrong di kulkasku sejak minggu lalu.

Benar-benar tepat hari ini keju tersebut jatuh tempo (kadaluarsa). Ada sepak besar (isi 3 buah keju) yang harus diselamatkan dari aksi pembuangan makanan.  Tadi pagi aku berhasil menyelamatkan sepotong keju sebagai ganti sarapan pagiku.  Sorenya, 3/4 potong  keju berhasil kutelan dengan mengesampingkan rasanya yang sudah mulai kecut.  Sayang banget harus membuang makanan, tapi ini kebiasaan burukku yang sering lalai untuk makan siang.  Aku sering menemukan makanan kadaluarsa di kulkas.

Setelah makan, aku memutuskan istirahat sejenak sambil nonton TV (ternyata menyenangkan ya menonton itu  🙂 ).  Jadwal molor, awalnya aku cuma pengen tidur selama 1 jam saja, tapi aku sangat malas untuk bangun kembali.  Sambil mengumpulkan nyawa yang sudah sempat beterbangan, aku berfikir kapan terakhir kali aku tidur tanpa harus menyetel alarm?  Apakah semua orang harus punya alarm?

Fikiranku kembali melayang ke teman dan kakak iparku yang sedang jalan-jalan sore.  Sudah sampai dimana mereka ya?  Berbelanjakah atau sekedar mondar-mandir di beberapa toko?  Kali ini ajakan mereka untuk jalan-jalan terpaksa  kutolak karena badanku sudah babak belur.  Belum lagi teringat janjiku untuk beres-beres kamar yang aduhai mengerikan keadaannya  😦

Aku sudah berjanji, malam ini aku mau menjadi si Ratu Tega, membuang benda-benda yang sudah tidak terpakai dan tidak berfungsi lagi.  Tapi janji tinggal janji.  Mataku cuma sanggup tertegun melihat koleksi botol parfumku (telah kosong) yang lucu dan imut-imut.  Aku buka tutup setiap botol dan berusaha mencari sisa aroma di sana. Dasar dodols, aku bukannya menyingkirkan botol-botol tersebut ke plastik yang telah aku siapkan.  Cuma aku usap-usap dan atur kembali botol-botol tersebut di lemari kosmetikku.  Kayaknya, aku butuh orang lain yang lebih tega untuk menyingkirkan botol-botol tersebut  🙂 .

Oke, urusan lemari kosmetik sudah beres.  Taplak meja, sarung-sarung dan sprei sudah kembali ke tempat semestinya.  Pandanganku beralih ke jajaran kotak sepatu di atas lemariku.  Di sini sedang ganti musim, dari musim panas ke musim gugur.  Mumpung lagi bongkar-bongkar kamar, aku seriusin untuk mengeluarkan sepatu-sepatu musim gugur (dingin).  Sendal lucu, sepatu ballerina sementara harus masuk kardus dulu.  Sampai bertemu tahun depan.

Urusan milah-milah sepatu tidak lama karena aku sudah tahu yang mana saja yang harus dimasukan ke kardus dan jumlahnya tidak banyak.  Cuma 2 pasang sandal dan sepasang sepatu bersol datar.  Yang lama itu justru aksi mendokumentasikan sepatu-sepatu hak tinggi yang kumiliki.

Ada 6 pasang sepatu hak tinggi dan baru 2 yang pernah kupakai, itu pun cuma sekali.  Jumlah sepatu ini sudah berkurang jauh karena dulu setiap ibuku pulang ke Indonesia selalu membawa sepatuku sebagai oleh-oleh.  Aku sempatkan untuk berfoto ria dengan sepatu-sepatu itu.  Sedangkan sepatu-sepatu boots urung kuturunkan dari lemari karena ukuran kardusnya besar.  Akan banyak debu beterbangan di kamar ini, padahal aku baru ganti sprei.  Apalagi tepat di bawah lemari teronggok tumpukan pakaian yang menunggu disetrika.

Kayaknya aku mengalami kelainan nih, terlalu maniak sama sepatu bertali-temali.  Padahal aku sadar bahwa kesempatanku untuk memakainya sangat terbatas.  Bahkan ada sepasang sepatu yang sejak kubeli 6 tahun lalu belum pernah kupakai sama sekali.  Sehari-hari aku mengenakan sepatu keds dan kemeja saat bekerja di toko.  Sedangkan saat berada di dapur (sebagai tukang cuci piring), aku mengenakan seragam khusus restoran (termasuk sendalnya).  Ah, dasar perempuan standard, ga kuat menahan diri melihat sepatu lucu.

So, aksi membersihkan kamar tidak berlangsung mulus.  Selalu ada saja kendala menjadi si Ratu Tega.  Aku cuma kembali menata barang-barang yang berserakan (seperti biasa).  Ada sepasang sepatu tua yang akan kubawa ke penampungan sampah besok pagi.  Kemudian, ada beberapa tas usang juga yang akan mengakhiri masa tinggalnya di kamarku.  Seandainya tidak ada batasan berat dalam membawa bagasi setiap pulang, pasti barang-barang tersebut aku bawa ke Indonesia.  Tapi kemudian aku timbang-timbang dari segi kelayakan, sepatu dan tas itu memang sudah waktunya berakhir di TPA. Good bye ya…

Di lemariku masih ada 4 tas kulit yang harganya tergolong mahal, biasanya aku pakai ketika acara khusus aja.  Untuk kerja biasa pakai ransel, walau kemaren memutuskan membeli sebuah tas lagi.  Ini lah perempuan, selalu merasa tidak punya barang dan harus membeli lagi  : ).  Padahal dari sekian banyak sepatu, tas atau pakaian yang kumiliki, paling yang kupakai itu lagi itu lagi.  Hihihihi, untung aku terbiasa hidup hemat dan membeli sesuai kebutuhan, walau kadang kebablasan juga.  Terbayang untuk mereka yang gila belanja, bagaimana keadaan kamar atau gudangnya ya?  Teringat sepupuku kalau mampir ke rumah, pasti dia geleng-geleng melihat susunan sepatuku yang banyak.

Met malam dari sini.  Selamat menyambut pagi di sana… Semoga harimu menyenangkan.

Salam,


Ket. : gambar dari Google


Iklan

2 thoughts on “(Bukan) Si Ratu Tega

    • lintasophia berkata:

      Hihihihihi, ga tau bakal dipake kapan. Kadang aku suka memilikinya tapi ga suka pakainya. Lagian, kesempatanku untuk pakai sepatu bagus sangat terbatas.
      Salam hangat ya, mbak…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s