Ada Bimbo Ada Lebaran

Hari kedua aku mendengarkan lagu-lagu Bimbo.  Sebuah kwartet yang terdiri dari Acil Bimbo, Sam  Bimbo, Jaka Bimbo dan  Iin Parlina.  Besok umat muslin di seluruh dunia akan merayakan Idul Fitri dan aku akan merayakannya juga dengan mendengarkan lalu-lagu Bimbo.  Tadi malam, aku mengganti lagu kelompok musik cadas Him dengan memasukan nama Sajadah Panjang-nya Bimbo di kolom search Youtube.   Dan ini aku, sedang menari-nari, membiarkan tubuh dan fikiranku berada di Bandung.  Berada diantara macet dan (tidak) sejuknya Bandung saat ini.  Aku berandai-andai ada di sana, di salah satu pasar, memilah-milah bunga potong segar yang akan kutaruh di ruang tamu.

1990-an, masa kecilku di Bandung.  Meski keluargaku tidak merayakan Lebaran, tapi setiap bulan puasa, televisi kecil di rumah juga ikut menayangkan Bimbo.  Sekitar pukul 16.00 sore, para penjual takjil dadakan menggelar dagangannya sekitar pukul itu Bimbo wara-wiri di televisi.  3 pria dan 1 wanita.  3 orang pria dengan penampilan bersahaja bernyanyi dengan tenang dengan sesekali ditingkahi suara lembut Iin Parlina.  Semua itu sangat membekas dalam ingatanku hingga kini.

Dulu, bulan Ramadhan, selalu ada Bimbo di televisi, itu sekitar tahun 1990-an.  Baru ada RCTI dan SCTV mendampingi TVRI yang sudah eksis terlebih dahulu.  Kelompok musik yang satu ini dikenal sebagai spesialis lagu-lagu religius walau pada awalnya,  musik mereka sarat akan nuansa Latin, lebih goyang begitu.  Atau, mungkin kalian seperti aku yang baru menyadari bahwa lagu Melati dari Jayagiri karya Iwan Abdurachman  dipopulerkan oleh 4 bersaudara ini.

Bagaimana Ramadhan kali ini di Indonesia?  Masihkah media elektronik tetap setia menayangkan lagu-lagu Bimbo?  Atau telah tergerus dengan lagu-lagu Islami karya selebritis lainnya?  Kalo untukku, Bimbo itu ya salah satu legend musik Indonesia.  Apa yang membuat lagu-lagu Bimbo bertahan hingga saat ini?   Bahkan sampai supermarket besar pun tetap memilih lagu-lagu Bimbo sebagai jingle untuk menemani pengunjung berbelanja.

Menurutku, mereka hadir pada saat yang tepat.  Tahun 1990-an, tidak banyak lagu bernuansa Islami yang beredar di pasaran.  Bimbo hadir membawa warna baru di blantika musik Indonesia yang saat itu didominasi lagu-lagu slow rock.  Bimbo muncul dengan raut wajah yang tenang dan santun, bila kita mau membandingkan dari sedgi penampilan pemusik yang ada saat itu.  Secara lirik, lagu-lagu Bimbo juga berbeda.  Bimbo bernyannyi tentang ke-Tuhanan dengan cara yang berbeda.  Lagu-lagu Bimbo boleh bernuansa relijius, tapi relijius Indonesia.  Lupakan tentang musik padang pasir atau qasidahan yang mungkin membuat kita mengantuk.  Ungkapan yang digunakan Bimbo dalam lagu-lagunya menggunakan bahasa sederhana, ringan dan mudah dicerna.  Sangat jarang Bimbo menggunakan bahasa atau istilah dalam bahasa Arab.

2010- Menurut  kakakku, lagu-lagu Bimbo masih terdengar Ramadhan kali ini.  Masih seperti dulu, dari  supermarket hingga di pasar becek yang menjajakan CD bajakan  kelompok musik ini, ada Bimbo dimana-mana.  Belasan tahun telah berlalu, kehadirannya belum tergantikan.   Boleh aja penyanyinya berbeda, tapi lagunya ya lagu-lagu Bimbo.   Aku harap tidak berlebihan kalau aku bilang, bahwa lagu-lagu Bimbo telah ”sah” sebagai lagu Idul Fitrinya kaum Muslim di Indonesia.  Mungkin sama seperti  Holly Night dan lagu Natal lainnya yang selama ini kita kenal.  Meski banyak penyanyi baru yang mengeluarkan album religi saat bulan Ramadhan, tapi tampaknya tidak bisa melunturkan pesona lagu-lagu Bimbo yang sudah terlanjur berkarat di masyarakat.  Apapun alirannya, rayakan Lebaran dengan lagu-lagu Bimbo.  Ada Bimbo ada Lebaran….hehehhehe…. 🙂

Selamat menjelang Idul Fitri.  Mohon maaf kalau ada salah-salah ucap. Semoga kembali Fitri.

Salam,

Ket : gambar dari Google

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s