Kata Majalah, Aku Harus ke Pusat Kecantikan

Untuk mengusir kebosanan hari ini, aku membaca-baca majalah gosip hasil nyolong selama ini dari bar sebelah.  Kebanyakan majalah tersebut menampilkan artis atau tokoh selebritis yang sedang ramai dibincangkan televisi.  Ada 4 majalah gosip di sini.  Nomor urutnya tidak teratur.  Majalah mingguan itu suplemen dari salah satu koran, terbit setiap hari Sabtu.

Untuk terapi mata yang tinggal 5 watt, aku membolak-balik halaman iklan yang dicetak di atas kertas glossy, warnanya warna-warni.  Iklannya tidak jauh dari masalah bikini dan tabir surya, maklumlah majalah ini yang edar bulan Juli hingga Agustus lalu.  Summer Edition. Cukup bikin menelan ludah melihat kaki model pria yang bersih dan sekseh.

Mataku berhenti pada iklan alat cukur.  Perkembangan alat cukur ini cukup dahsyat.  Model, warna dan fungsinya juga bermacam-macam.  Ada alat cukur paling konvensional yang selama ini kita kenal.  Berbentuk silet, ada yang double dan ada pula triple.  Karena perempuan ga punya janggut dan kumis, maka pisau cukur ini untuk mencukur bulu ketiak dan bulu kaki dan bulu lainnya, seperti yang digambarkan iklan.  Sayangnya, untuk kategori yang terakhir, tidak terdapat dalam iklan 🙂

Kemudian, ada juga alat cukur yang bentuknya pena.  Fungsinya mencukur bulu hidung dan bulu lain yang renik dan tidak terjangkau pisau cukur konvensional.  Perkembangan terakhir alat cukur tentu saja yang modelnya elektronik.  Tenaga listrik.  Kalau baterainya habis, tinggal colokin listrik dan dia siap beraksi lagi.  Kalau sebelumnya kita kenal pisau cukur hanya untuk kaum pria saja, maka sekarang banyak varian alat cukur untuk perempuan.

Setiap merk dan model menawarkan keunggulan masing-masing.  Untuk pisau cukur biasa, banyak yang menawarkan bahwa pisau silet tidak akan berkarat walau dibasuh berulang kali.  Sedangkan yang elektrik biasanya menawarkan ketahanan batere dan daya cukur yang aduhai, hingga kulit seperti sutra.  Mulus…lus…lus…

Tak sadar aku mengusap-usap kakiku, mengecek bulu kaki yang memang banyak dan tidak pernah terpikir untuk mencukurnya.  Aku ambil cermin kecil dan sedikit memelas melihat banyaknya bulu-bulu halus di pipiku, belum lagi alisku yang ga beraturan.  Dasar perempuan, kadang suka mikirin hal-hal ga penting.  Mulai aku memikirkan alat cukur yang cocok mengatasi bulu-bulu kecil ini.  Ak tertarik salah satu alat cukur warna pink, gambar Hello Kitty.  Limited Edition.

Mirror, mirror on the wall...

Tanganku tidak berhenti membolak balik majalah edisi lainnya.    Ada halaman berisi berbagai krim pelangsing  hingga anti selulit.  Ditulis, bahwa krim ini sangat penting bagi Anda yang akan pergi ke pantai dan berbikini ria.     Bagian ini aku bernafas lega.  Seingatku, aku ga punya selulit.  Badan masih cukup langsinglah walau dulu perutku tidak seperti ini.

Toko masih sepi, tanganku masih menari-nari di atas majalah.  Majalah edisi kali ini menyajikan ulasan pentingnya krim anti penuaan (anti-aging) bagi perempuan berusia 30 plus.  Aku mulai melupakan masalah bulu-bulu halus di wajahku.  Salah satu perusahaan termuka asal Perancis menjadi narasumber di booklet anti penuaan.  Ada 10 hal yang harus dilakukan, tentunya yang solusinya berkaitan dengan harus memakai kosmetik anti penuaan.  Dan di halaman booklet tersebut, ada 10 langkah yang harus dihindari untuk mencegah penuaan dini.

Segera kuambil cermin kecil yang tadi udah kukembalikan ke tempatnya.   Fikiranku fokus terhadap jerawat dan gurat-gurat halus di ujung mata.  Aku mencoba tersenyum, garis-garis itu tidak langsung hilang dari ujung atas bibirku (dikenal dengan istilah laughing line).  Lalu, bagaimana dengan dahiku yang sedari dulu sudah diramaikan oleh garis-garis halus, sebuah pertanda akan banyaknya beban hidup yang harus dipikirkan.

Oke, kulit berminyak dan sensitif.  Aku memilih jenis kulitku dan mengikuti daftar produk apa saja yang sebaiknya aku miliki.  Alamak…. banyak amatsssss….. Selama ini aku cuma menggunakan sabun pembersih wajah, tonik, pelembab, alas bedak dan bedak.  Sementara yang ini, ada beberapa krim tambahan untuk perawatan.  Belum lagi krim untuk mengoreksi wajah kita, misalnya menyamarkan bekas jerawat.

Ah…kalo begini mah, jelas aja aku ga mampu melawan penuaaan.  Mahal sekali biaya untuk semua itu.    Aku mencari udara segar.  Nangkring di depan toko, melihat orang yang lalu lalang.  Aku perhatikan bentuk tubuh dan kulit yang lewat.  Menurutku si A cantik, tapi perutnya terlalu gendut.  Si B cantik banget, tapi ada selulit yang mengintip dari balik rok mininya.

Hahahhahahah….Aku menertawakan diriku sendiri.  Menertawakan kebodohanku.  Mana ada manusia yang sempurna, selalu aja ada kurangnya.   Dasar dodols, semakin kuperiksa, maka semakin banyak keluhan yang muncul.   Kalau semua dibanding-bandingkan dan dicari kekurangannya, bisa-bisa setiap orang harus rawat inap di pusat kecantikan.  Setelah sering merasakan badan turun mesin, sekarang aku bisa ngomong :  cukup sehat, itu saja!

Salam,

Ket : gambar dari Google

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s