Jangan Lupa Dana Cadangan

Tagihan yang bikin deg-degan

Apakah kalian pernah benar-benar tanpa duit barang sepeser pun?  Aku sering…bahkan setelah status berubah dari mahasiswa menjadi pekerja.  Bertahun-tahun bekerja, tapi biasanya uang saku ga cukup sampai gajian berikutnya.  Atau, kalian pernah bingung bayar kebutuhan mendadak, bersifat urgen dan ga bisa ditunda?  Jangan khawatir.  Anda tidak sendiri.  Karena aku juga kadang ngalamin kok.  Jangan dikira kerja di negara bulai lantas duit melimpah ruah.

Kejadian ini aku alami kemaren.  Saat tagihan gas, listrik dan telfon jatuh tempo bersamaan.  Sebagai gambaran, di sini gas dibayar tiap 3 bulan sekali, listrik dan telfon setiap 2 bulan sekali.  Karena semua udah terjadwal, mestinya aku udah menyiapkan dananya dong.  Tapi kenyataannya ga tuh.  Aku pusing keliling membagi gaji yang kuterima.  Belum lagi kosmetik dan kebutuhan pribadi lainnya habis semua.  Konyol juga sih, mestinya aku udah buat anggaran semua itu jauh-jauh hari sebelumnya.  Idealnya kita bisa buat anggaran pendapatan dan belanja kan?

Hal itu udah kulakukan.  Aku terbiasa membuat anggaran untuk semua pengeluaran yang bersifat tetap.  Tapi kebetulan bulan lalu aku harus membayar sesuatu dalam jumlah lumayan besar.  Semua tabungan kupakai tanpa menyisakan sedikitpun.   Belakangan muncul masalah,  selama 2 bulan ini jam kerjaku dikit.  Otomatis gaji yang kuterima pun berkurang.

Seandainya kebutuhan ini itu bersifat sekunder atau tersier, tentu aku bisa tunda pembayarannya.  Apesnya, ini menyangkut relasi dengan pihak ketiga dengan konsekuensi menunggak pembayaran adalah denda.  Ahhh… sedikit menyesal kenapa bulan lalu semua tabungan kupakai.  Kenapa juga ga aku sisihkan sedikit sebagai dana cadangan.  Walau kenyataannya aku ga menyarankan memakai dana cadangan untuk pos-pos yang bersifat rutin.  Karena kembali lagi ke sifatnya sebagai cadangan, dana ini dipakai khusus untuk situasi darurat.

Oke, beberapa bulan ini aku berusaha mengembalikan dana cadanganku.  Anggaran pendapatan dan pengeluaran juga ditinjau ulang, termasuk pemangkasan pos-pos pengeluaran yang tidak perlu.  Lalu, apakah dana cadangan sama seperti tabungan yang kita kenal selama ini?  Pada intinya sama, yakni ; menabung.  Yang membedakan adalah tujuan.

Dana Cadangan

Disiplin adalah kata kunci bersahabat dengan ATM atau kartu kredit

Merupakan dana yang sifatnya cair dan bisa diambil kapan saja saat kondisi mendesak.  Tujuannya yaitu sebagai bahan bakar kalau Anda kehilangan kerja atau mendapat musibah lainnya.   Sebaiknya, berapa banyak dana cadangan yang kita miliki?  Tiap orang mungkin memiliki asumsi yang berbeda.  Tapi saranku,  sebagai dana cadangan Anda bisa mengumpulkan sampai 6 kali gaji bulanan Anda.  Ini berlaku bila pengeluaran Anda lebih kecil dibanding pendapatan.  Tapi kalau Anda sering ngalamin defisit seperti aku, sebaiknya jumlah ditambah.  Mungkin menjadi 8 atau 9 kali pengeluaran rutin Anda setiap bulan.  Karena kita juga harus memperhitungakan inflasi dan kenaikan harga kan?

Sebagai patokan, mungkin bisa faktor resiko kehilangan pekerjaan ditambahkan dalam mengumpulkan dana cadangan.  Coba lihat, setiap bulan, berapa orang yang Anda harus nafkahi?  Seberapa besar resiko Anda kehilangan pekerjaan dan mendapat pekerjaan baru?  Semakin besar jumlah tanggungan Anda, maka semakin besar jumlah dana cadangan yang sebaiknya disiapkan.  Begitu pula dengan resiko kehilangan pekerjaan.  Semakin besar resiko kehilangan pekerjaan,  maka dana cadangan pun harus besar pula.

Sekedar catatan, dana cadangan bukan dana pensiun.  Ia cuma akan membantu Anda dan keluarga untuk survive di saat sulit.  Kalau Anda takut tergoda untuk menggesek ATM saat jalan-jalan di mall, maka menabung di Tabanas atau tanpa ATM bisa dipertimbangkan tuh.

Dana Tabungan Klasik

Untukku, ini merupakan tabungan konvensional yang selama ini kita kenal.  Sifat dananya cair agar dapat diambil sewaktu-waktu.  Anda boleh mengambil sedikit tabungan untuk memperbaiki mobil yang rusak.  Atau ketika ibu tiba-tiba opname karena asam uratnya tinggi?  Silakan pakai dana tabungan ini.  Jangan lupa untuk mengisinya kembali.

Celengan Ayam. Bentuk Konvensional dari Menabung

Sebaiknya, tiap keluarga memiliki asuransi yang mengcover berbagai kebutuhan yang ada.  Tapi tidak semua keluarga memiliki kondisi ideal seperti yang aku bilang.  Maka, untuk urusan sakit atau lainnya, Anda boleh mengambil dari Dana Tabungan Klasik.  Walau sebetulnya ada baiknya menyiapkan amplop khusus bertuliskan : PENGELUARAN TAK TERDUGA.  Tapi, kalo Anda pengen simple dan bisa nahan godaan, dengan nabung di bank juga udah cukup oke.

Mungkin Anda berfikir, boro-boro kale nabung, gaji cukup untuk sebulan aja udah syukur.  Saranku, setiap gajian langsung setor budget tabungan yang telah Anda tetapkan.  Harus disiplin.

Berarti udah kebayang dong apa yang harus dilakukan.   Lebaran udah di depan mata.  Jangan sampai dana Anda habis semua.    Ayo sedia payung sebelum hujan.  Isi tabungan sebelum paceklik datang dan selamat menabung.

Salam menabung,

6 thoughts on “Jangan Lupa Dana Cadangan

  1. sempulur berkata:

    Menabung…. Masih menjadi harapan kami, tetapi apa dayaku ?
    Sekedar ingin menyampaikan salam kenal dari komunitas keluarga miskin. Semoga sudi mengunjungi blog kami untuk menyumbang kesempatan meraih masa depan yang lebih baik dan harmonis.
    Terima kasih

    • lintasophia berkata:

      Salam kenal kembali mas… Komunitasmu masih terima anggota baru? Aku mau daftar… Hehehehehhe…
      Yang aku tulis itu ya bayangan idealnya aja, sulit menjalaninya tapi bukan berarti sesuatu yang mustahil. Believe me!
      Makasih udah mampir. Baik-baik di sana ya…

  2. ibnuanhar berkata:

    Dana cadangan ya? Penting banget sich… tapi kenyataannya masih “habis bulan habis gaji”. Paling yang bisa dilakukan, coba-coba cari income tambahan dari potensi yang bisa kita maksimalkan buat dana cadangan tersebut.

  3. lintasophia berkata:

    Wah kita sama dung…. Aku baru tahapan nabung biasa, ya satu-satunya simpenanku. Kalo ada kebutuhan diluar pos-pos biasa, ya dengan berat hati harus ngambil tabungan. Begitu seterusnya. Belum sampai deh ke dana cadangan (* sambil mikir, kalo aku tiba-tiba dipecat gimana ya?).
    Salah satu caranya biar bisa nabung ya nyari penghasilan tambahan. Sebisa mungkin menekan pengeluaran (mengubah gaya hidup).
    Makasih udah mampir. Salam hangat dari sini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s