Working with Love

Kerja adalah cinta yang ngejewantah. Dan jika .kau tiada sanggup bekerja dengan cinta, hanya dengan enggan

Maka lebih baik jika kau meninggalkannya, lalu mengambil tempat di depan gapura candi

Meminta sedekah dari mereka yang bekerja dengan suka cita

(Sang Nabi-K.G)

Mungkin ini salah satu kalimat yang akan tetep kuingat sepanjang hayat, istilah kerennya ‘Working With Love.’  Tapi sumpah, kalau kita mengerjakan sesuatu dengan penuh suka cita, totalitas dan cinta, maka pekerjaan tersebut akan lebih ringan.

Pendapat ini merujuk dari pengalamanku selama ini. Aku pernah jadi pramusaji, pembantu koki (yang ini bener-bener susah penjiwaannya), cleaning service (susah pelaksanaannya).  Sekarang agak balance, pagi sampai siang jaga toko trus malem sebagai tukang cuci piring.  Dari semua pekerjaanku, jadi Pramusaji dan Penjaga Toko paling kusuka, bisa ngobrol ama tamu bo sambil tebar pesona… Trus, kerjaannya termasuk santai.

Sayang, pekerjaanku sebelumnya sebagai cleaning service ga sempet terdokumentasikan (lagian mana ada orang lagi bebersih mikirin difoto?).

Nah kalo nyuci piring itu melelahkan.  Itu komentar pertama untuk jenis profesi ini. Tapi tetep, kerja penuh totalitas.  Hmmm yang bikin pusing itu pas harus ngontrol 3 bak sekaligus. Rasanya kerjaan ga abis-abis.  Belum lagi katel-katel yang segede bagong.  Untuk yang kelebihan berat badan tapi males olah raga, cobain kerjaan ini deh.

Tapi, semua aku bawa enjoy, nikmatin aja.  Aku bersyukur untuk semua pekerjaan yang telah dan sedang aku jalani.  Aku pun merasa beruntung bisa jadi TKI.  Mengeluh capek, kayaknya ampir tiap hari deh (wajarlah, TKI juga manusia kan?).  Kesepian salah satu godaan utama (iyalah… TKI juga manusia kan, punya rasa punya cinta… GUBBRRAKKK…)

Keinginan ganti profesi, wiiiiihhhhh ga pernah mati.  Tapi mungkin nanti, pas skill-ku  udah memadai dan waktunya tepat.  Karena bekerja juga salah satu bentuk ucapan syukurku. Aku masih cinta kerjaan dan lingkunganku saat ini.

Pengalaman ganti-ganti kerjaan ada untungnya juga, salah satunya jadi bisa banyak hal.  Minusnya, aku itu termasuk karyawan yang paling sering dioper…. Adaptasi lagi, adaptasi lagi… kekekkekekekek….

Salam,

Ge, 23 Juli 2008 (* pertama kali ditulis)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s