Pria dari Masa Lalu. Godaan Umum Menjelang Pernikahan?

Bagaimana rasanya jika rencana untuk pernikahan yang sudah matang tiba-tiba harus difikir ulang karena hadirnya pria dari masa lalumu?  Dia yang dulunya jago basket, gape metik gitar, idaman cewek-cewek satu sekolah.  Belum lagi, dulu dia suka menyisipkan puisi dalam bahasa Inggris saat mengembalikan catatan yang ia pinjem.  Semua kenangan di atas kembali hadir berputar-putar hanya karena terjadinya kontak ulang dengan si dia?

Aku bakal kasih selamat, atau aku bakal menggoda Anda seandainya kalian masih sama-sama single. Lalu gimana salah satu dari kalian sudah menikah atau dalam status menjalin relasi dengan yang lain?  Hehehehe, sebaiknya dipikir ulang ya kalo Anda mulai merasakan sinyal-sinyal CLBK  (Cinta Lama Bersemi Kembali).  Bisa repot urusannya!

Ada pertanyaan yang kadang tidak bisa kujawab, yakni :

  • Mungkinkah perasaan manusia cuma untuk satu orang aja meski telah terpisah bertahun-tahun?
  • Ataukah kita terbiasa menyimpan dan memelihara kenangan yang ada?
  • Seandainya tidak terjadi kontak ulang dengan mantan pacar atau kecengan kita, mungkinkah kita masih memikirkannya?
  • Sejauh mana kita harus percaya akan CLBK?

Berdasarkan pengalaman sharing dengan teman-teman nih, si CLBK ini kayak makhluk halus.  Kehadirannya kadang ga terduga.  Lebih sering timingnya ga tepat.  CLBK sering mengganggu pasangan yang akan menikah.  Believe or not emang kenyataannya begitu. Dia nongol gitu aja saat Anda dan pasangan sudah booking gedung dan menjahit busana pengantin.

Ga ada angin, ga ada ujan, inbox Anda menerima sms atau email dari si dia  (mantan waktu SMA yang terpisah karena Anda kuliah di kota yang berbeda).  Bayangkan, setelah 15 tahun tiba-tiba ada yang bertanya tentang kebiasaan-kebiasaan Anda yang bersifat pribadi, cuma kalian berdua yang tahu.

Hehehehehe, bingung ya… Mau dibales kok rasane berkhianat terhadap pasangan, tapi kalo pura-pura ga tau ada email manis itu kok rasane ga tega.  Masa orang nanya baik-baik ga dijawab.  Oke,anggap saja kemudian Anda membalas email itu, kemudian disusul lagi balasan email dari dia. Anda sangat senang saat ada yang mengingatkan untuk makan siang (hal yang udah lama banget ga dilakukan pasangan Anda).  Setelah ngobrol lebih dalam, ternyata kantormu dan si dia berdekatan.  Sesekali makan siang dengan teman lama pasti ga masalah.  Toh diantara kalian udah ga ada apa-apa, mungkin gitu pikir Anda.

Oke, makan siang berlangsung lancar meski awalnya agak kikuk.  Malam ini Anda tidak tidur karena bayangan dia bikin Anda insomnia.  Perlahan tangan Anda menarik kotak usang yang udah belasan tahun teronggok di sudut kamar.  Satu-persatu foto jadul Anda tarik dan usap untuk menyingkirkan debunya.  Kenangan itu kembali hadir.  Belasan tahun berpisah tapi Anda masih mampu mengingat detil yang kalian telah lewatkan bersama.

CLBK kadang bikin patah hati

Dari proses ini, biasanya timbul penyesalan : seandainya dulu bisa menghindari perpisahan.  Walau pas makan siang tadi si dia udah ga selincah dulu, perutnya udah agak buncit dan rambutnya berubah jadi abu-abu, tapi tetep aja untuk Anda dia adalah paling cakep sedunia.  :).  Kemudian, Anda mulai membandingkan si dia yang jauh lebih romantis dari pasangan Anda.  Bolak balik tuh email-email mesranya dibaca lagi.  Dari tatapan matanya, Anda bisa menebak kalau si dia masih ada hati dengan Anda.  Pada akhirnya Anda akan berkata : ” Sebetulnya aku juga masih sayang, tapi….”     O’o… Anda sedang selingkuh perasaan!

Setiap tindakan pasti ada resikonya.  Sebaiknya jangan terlena karena masa lalu, karena tiap orang memilikinya.  Bila pernikahan yang di depan mata di dasari sama-sama cinta, maka berhentilah memikirkan si dia.   Tidak ada seorang pun yang suka pasangannya memikirkan pria lain even pas ngurus pernikahannya sendiri.  Nah, kasusnya berbeda untuk kalian yang ngalamin kasus ini dan akan menikah karena terpaksa.  Aku cuma bisa bilang : just hear and follow your heart.


Untuk menghindari bibit-bibit lama tumbuh lagi, ini ada sedikit masukan dariku sebelum semua berantakan :

  • Atas dasar persahabatan, silaturahmi boleh tetap terjalin.  Tapi tidak untuk alasan lain.
  • Bicaralah dengan kalimat yang santun dan jangan terlalu exited karena bisa bertemu lagi dengannya.
  • Dalam obrolan, mungkin Anda bisa menyelipkan informasi status Anda saat ini, misalnya : ” Duh, kadang keteteran juga nih bagi waktu antara suami, anak dan kerjaan.   Terpaksa deh anak saya lebih lengket dengan pengasuhnya…” Dari contoh tadi aku harap si dia bisa mengerti bahwa Anda tidak punya banyak waktu untuk diajak  kopdar.  Dan, pastinya dia bisa menangkap bahwa Anda telah menikah  (itu berlaku untuk Anda yang telah menikah).  Untuk yang dapet godaan CLBK pas mempersiapkan pernikahan, Anda bisa ngomong gini :  ” Aku harus menjaga makanku, biar ntar pas gaun pengantin jadi, aku ga perlu rombak lagi karena kekecilan.” Hehehehehe… si dia pasti ngerti kok arti ucapan Anda.
  • Jangan memberikan harapan kepada si dia.  Ingat, pernikahan Anda sudah di depan mata.
  • Berhenti membandingkan si dia dan pasangan Anda.  Ingat akan hal-hal baik saja, misalnya ; meski pasangan Anda tidak romantis, tapi dia bisa diandalkan untuk benerin genteng.
  • Terakhir, semua tergantung Anda.  Jangan biarkan Anda untuk CLBK.

Untuk kalian yang sudah dan akan menikah, Have a blessed couple.  GBU.

Salam,

Ket : gambar koleksi pribadi dan dari Google

10 thoughts on “Pria dari Masa Lalu. Godaan Umum Menjelang Pernikahan?

  1. vera berkata:

    Bagaimana kalau kebalikannya, wanita lain di saat menjelang perkawinan. Ga kebayang gimana rasa sakit yang dialami si wanita, si pria juga email2an sama WIL. Terus ketahuan sama pasangan wanitanya, yang paling menyakitkan didalam email tersebut bahwa si pria lebih mencintai wanita tersebut daripada pasangannya . Apakah perkawinan akan terus berlangsung?
    Tapi ini kisah nyata, akhirnya mereka tetap menikah. Walaupun si wanita mungkin masih ada rasa sakit hati mendalam. Apakah perkawinannya akan bertahan?

    • lintasophia berkata:

      Ya, bisa aja kasusnya dibalik (hadirnya WIL). Perkawinan bisa terjadi atas kesepakatan kedua belah pihak (terlepas saling cinta atau ga).
      Kalau mereka akhirnya memutuskan menikah, ga ada pilihan lain bahwa suami istri harus komit pada janji pernikahan. Harus respek satu sama lain.
      Perkawinan bisa bertahan kalau kedua belah pihak memang berniat mempertahankan. Kalau salah satu tidak bahagia, sebaiknya dicari akar permasalahannya lalu diselesaikan secara dewasa dan bertanggung jawab.
      Aku percaya, memaafkan itu mudah, namun yang sulit itu bagian melupakan kecewa, sakit hati dan sejenisnya. Setiap orang punya jalan hidup masing-masing termasuk masa lalu. Aku ibaratkan, kehidupan itu seperti buku tulis dan halaman-halaman yang ada sebagai periode yang harus kita lewati. Maka, masa lalu adalah halaman-halaman depan sebuah buku yang udah ditulis, diwarnai dan penuh coretan. Tapi masih banyak lembar kosong lain yang harus kita tulis dan warnai seindah mungkin. Untuk pasangan yang mengalami masalah serupa, ajak pasangan untuk menentukan masa depan kalian berdua. GBU… 🙂

    • lintasophia berkata:

      Jingle-nya pas nih…
      Apa yang harus dilakukan kalo bener-bener dalam kondisi itu ya? Pas pemberkatan, si pria/wanita dari masa lalu yang benar-benar kita suka selama ini tiba-tiba muncul?
      Aku ga ada ide seandainya hal itu terjadi padaku ;0).
      Matur nuwun mas…

    • lintasophia berkata:

      Haduhhhh….masak mau poligami/poliandri? Yang ada juga makin pusing…. 1 orang cukuplah, fikir baik-baik sebelum menjatuhkan pilihan.
      Kalo ternyata mantan lebih OK, kenapa ga? Asal status masih single ya (tidak terikat pernikahan). Paling saling koreksi aja kenapa dulu bisa bubar.
      Baiknya jangan 2 ah, karena berpasangan dengan 1 orang aja ga abis-abis…hihihihi….

  2. Siborong Able berkata:

    Tapi bagaimana halnya mengatasi, kerinduan yg begitu dalam kepada mantan yg sudah berpuluh tahun(24)thn,sampai sekarang masih teringat dan bahkan aq takut mengingat usia mendekat senja,,(aq46 dan dia,50) sekarang,takut tak pernah bisa ketemu?
    Yg aq inginkan sekarang bertemu dengannya,walau hanya jabt tangan,melihatnya,aq sudah pasti bahagia,dan sekarang aq tak tau dimana keberadaannya
    Mungkin perasaan ini kubiarkan,krena aq memang sudah sendiri alias janda,aq tak rasanya tak mampu mencari yg lain lagi setelah cerai,,,,,, yg kulakukan adalah mengenang dia aq bahagia
    Yg menjadi pertanyaan,apakah lelaki jg mau mengingat mantannya meski sudah lama??
    Terimakasih
    Salam, , , GBU

    • lintasophia berkata:

      Hallo ibu, salam kenal. Terima kasih sudah berkenan mampir di Lintasophia.
      Tidak ada yang ga mungkin di dunia ini, termasuk pria mengenang mantannya meski sudah berpisah lama. Pria juga manusia tho? hehhehehe..
      ..
      Kalau sudah 24 tahun masih terkenang-kenang, berarti sang mantan punya arti yang dalam ya buat ibu. Kalau sekedar untuk silaturahmi ya silakan aja mencari kembali sang mantan, asal memang cuma silaturahmi aja, tidak boleh mengganggu rumah tangga orang lain ya bu. Kecuali (maaf), barangkali mantan juga dalam kondisi sendiri, mungkin ceritanya jadi lain.

      Ditunggu cerita selanjutnya, bu. God bless you too.

      Lintasophia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s