Melihat Pengutil di Supermarket. Apa yang Akan Kamu Lakukan?

Tadi siang sehabis macul di sawah, aku mampir sebentar ke supermarket langganan untuk membeli sereal, yogurt dan jus buah.  Karena letak susunan barang telah kukenal, maka dalam hitungan detik sekotak Vitalis rasa coklat dan almond udah pindah tempat ke genggamanku.  Sekarang waktunya mencari yougurt yang letaknya tidak jauh dari tempat sereal tadi.

Di sebelahku ada sepasang turis (itu kesimpulanku saja, karena bahasa yang mereka gunakan tidak kukenal).  Selain itu, yang perempuan mengenakan ransel di bagian depan, di bagian perutnya.  Sebuah tanda kewaspadaan akan wilayah baru.   Badannya besar-besar, berbeda dengan warga lokal yang lebih mungil.  Mereka asyik melihat-lihat madu dan selai roti.

Pandanganku beberapa detik terhenti pada pasangan itu, karena tampaknya mereka butuh bantuan menerjemahkan etiket yang tertera di kemasan produk yang mereka pegang.  Salah seorang dari mereka (perempuan), mendekatkan sebuah botol, mungkin ia tidak bisa membaca dalam jarak jauh.  Rasanya ingin membantu, walau bahasa Inggrisku payah tapi timbang nerjemahin etiket produk yang ukurannya ga lebih dari 3×4 cm, aku yakin masih sangguplah.

Tapi tunggu dulu, kenapa perempuan itu menggosok-gosok barcode botol itu hingga sobek?  Aku langsung berfikiran negatif.  Jangan-jangan mereka bermaksud mencuri.  Tapi gimana kalau aku salah dan sok tau?  Aku memutuskan membiarkan mereka dengan urusannya.  Setelah acara menggosok barcode botol selesai, perempuan itu menyelipkan sebuah botol diantara perut dan ranselnya.  Ah, benar ternyata dugaanku, ia berniat mencuri.  Sempat kulihat itu botol kecil dengan isi warna kuning (agak kecoklatan), mungkin selai roti (marmellata) atau madu.

Kutinggalkan mereka dan aku pura-pura tidak melihat.  Kuambil yogurt dan pergi menuju kasir.  Sambil antri di depan kasir, mataku mencari-cari pasangan pengutil itu.  Tapi mereka tidak meninggalkan jejak sama sekali, alarm juga tidak bunyi.  Apakah mereka masih di dalam supermarket ini dan sedang menggosok-gosok barcode botol lain atau sudah di luar menggelar taplak kotak-kotak sambil makan roti?  Kedua pertanyaan di atas ga terjawab.

Dalam perjalanan pulang ke rumah, aku berfikir apakah tindakanku membiarkan perbuatan mereka itu salah?  Apakah mestinya aku langsung melaporkan apa yang kulihat ke karyawan supermarket?  Lalu, bagaiman kalau ternyata dugaanku salah, bisa jadi boomerang untukku.

Apa yang kalian lakukan bila melihat pengutil di supermarket?

Salam,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s