Sulitnya Menyusun Cita-cita di saat Usia Tak Lagi Muda

Krisis ekonomi makin menggila.  Ini adalah tahun terburuk selama aku di sini.  Banyak orang mengeluh bahwa sangat sedikit pekerjaan atau bahwa gaji yang diterima tidak cukup hingga gajian berikutnya.  Kondisi ini sedikit banyak mempengaruhi penghasilanku bulan ini…😦

Sudah beberapa waktu ini aku memikirkan harus memiliki penghasilan lain selain gajiku bekerja di sini.  Idealnya, semacam usaha atau investasi yang bisa mengisi tabunganku.  Tapi terlalu banyak kendala yang jadi pertimbanganku hingga akhirnya niat tinggal niat saja.

Pemikiranku saat ini justru lebih terkuras mengenai apa yang akan kulakukan di masa 3 atau 4 tahun yang akan datang.   Banyak ide datang di kepala sebanyak rintangan yang menghadang.  Dari obrolan dengan beberapa teman, mereka cenderung mengarahkan aku jadi semacam motivator, psikolog bahkan konsultan perkawinan.  Profesi yang terakhir ga pernah melintas di kepalaku, karena rasanya aneh memasuki ranah domestik pasangan lain.  Tapi selama itu merupakan pekerjaan halal dan mulia, tampaknya aku mulai memikirkan saran teman-teman.

Aku mulai menghitung rintangan dan kemampuan yang aku miliki.  Dari timbangan plus dan minus, posisi bandul lebih berat pada rintangan yang bakal menghadang.  Misalnya, latar belakang pendidikan dan pekerjaanku selama ini sangat jauh dengan profesi sebagai konsultan   :  (.  Sangat menarik ide menjadi seorang konsultan, psikolog, motivator atau apapun namanya, tapi kemungkinan besar, aku harus kuliah lagi sebagai jembatan penyambung antara diriku dan profesi yang akan kutuju.

Usia menempati urutan teratas pada kolom rintangan  : (.  Ga bisa bohong nih, semakin bertambah umur semakin banyak fikiran dan kesempatan semakin terbatas.  Walau tidak sedikitpun aku ragu akan semangatku untuk belajar.  Tidak pula aku malu menjadi mahasiswa baru lagi saat usia sudah beranjak senja.  Tapi kemudian bagaimana dengan rencana-rencana lain, misalnya fase hidup berkeluarga? Lalu, apakah setelah aku selesai kuliah, masih mampu bersaing dengan yang lain, yang lebih muda dan lebih berpengalaman?

Hmmm… sangat sulit memutuskan menjadi A atau B saat ini, terlebih usia tidak muda lagi.  Harus sangat hati-hati dalam melangkah, karena sekali gagal maka waktu akan terbuang percuma.    Langkah terbaik yang tetap aku lakukan adalah mengikuti perkembangan jaman, menjadi perempuan cerdas wajib hukumnya.  Membenahi kondisi keuangan, belajar investasi dan memahami jenis pekerjaan lain salah satunya.  Selain itu, aku mulai  menginvetaris semua minat dan bakatku, syukur-syukur kalau aku masih punya kesempatan untuk meningkatkan kemampuanku.

Sulit menjadi siapa-siapa kalau kita tidak punya apa-apa (untuk ditawarkan).

Salam,

Anggap aja apa yang aku tulis di atas adalah episode baru dari mimpi-mimpiku.  Tetaplah bermimpi dan semesta alam akan memeluknya… (Andrea Hirata).

2 thoughts on “Sulitnya Menyusun Cita-cita di saat Usia Tak Lagi Muda

  1. Ki Ageng berkata:

    Hidup adalah perjalanan. tak ada yang terlambat merencanakan cita cita asal konsisten dengan keinginan kita. salam hengat Sophie

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s